Sumur Dalam, Harapan Baru Warga Sukoharjo Di Wilayah Terdampak Kekeringan  

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:06 WIB
Progres pengeboran sumur dalam di Dusun Mloyo RT 01 RW 11, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jumat (21/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Progres pengeboran sumur dalam di Dusun Mloyo RT 01 RW 11, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jumat (21/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bulu mendorong Polres Sukoharjo tidak hanya mengandalkan bantuan air tangki.

Upaya menghadirkan sumber air permanen mulai dilakukan melalui pengeboran sumur dalam di Desa Ngasinan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama Bhayangkari dan jajarannya mengecek langsung progres pengeboran sumur dalam di rumah HW Sukatmin, warga Dusun Mloyo RT 01 RW 11, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Jumat (21/8).

Pengeboran tersebut merupakan bantuan dari Kabid Propam Polda Jateng Kombes Pol Saiful Anwar Anwar bersama Kapolres Sukoharjo.

Memasuki hari ketiga, mata bor telah menembus kedalaman sekitar 25 meter.

Baca Juga: 534.057 Jiwa Di Sukoharjo Masuk Desil 6-10, Data Tidak Sesuai Segera Lapor Kelurahan

Targetnya, sumur tersebut akan dibor hingga kedalaman antara 60-70 meter. 

Jika sumber air ditemukan sesuai harapan, sumur ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat, khususnya warga yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain bantuan air, kami juga berupaya menghadirkan solusi jangka panjang melalui pengeboran sumur dalam serta menjaga lingkungan dengan penanaman pohon,” ujar Kapolres Sukoharjo.

Pengeboran sumur menjadi perhatian utama dalam bakti sosial memperingati Hari Juang Polri tersebut.

Sebab, distribusi air bersih melalui tangki hanya mampu memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek, sedangkan keberadaan sumur dalam diharapkan dapat menjadi sumber air yang lebih berkelanjutan.

Meski pengeboran masih berlangsung, kebutuhan air warga tetap dipenuhi melalui penyaluran bantuan air bersih.

Sebanyak 10 tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak krisis air.

Dua tangki atau sebanyak 16.000 liter air disalurkan ke Dukuh Pagergunung, Desa Ngasinan.

Air tersebut di antaranya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 40 kepala keluarga melalui fasilitas Pamsimas setempat.

Baca Juga: Mendag Budi Santoso Gandeng Univet Bantara Sukoharjo Cetak Eksportir Muda

Sementara lima tangki lainnya, dengan total 40.000 liter air, disalurkan ke lima titik di Desa Kedungjambal.

Masing-masing titik mendapatkan satu tangki, yakni Dusun Jarum RT 01 RW 10, Dusun Jarum RT 01 RW 11, Dusun Brebes RT 01 RW 06, serta Dusun Jambal RT 02 RW 06, dan RT 02 RW 07.

Di sekitar lokasi pengeboran, kapolres bersama jajaran juga menanam pohon nangka dan durian.

Penanaman tersebut diharapkan ikut menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung daya resapan air di kawasan sekitar sumber air. (kwl/nik)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
bulu Sumur Dalam kekeringan krisis air bersih sukoharjo