Usia 18-35 Dominasi Laka Lantas Di Sukoharjo, Gencar Edukasi Ke Pelajar

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:01 WIB
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sosialisasi keselamatan berkendara di Menara Wijaya, Senin (24/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sosialisasi keselamatan berkendara di Menara Wijaya, Senin (24/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Sukoharjo cukup tinggi.

Data Satlantas Polres Sukoharjo, hingga Agustus 2026 tercatat 1.702 kasus laka lantas. 

Dari jumlah tersebut, 58 orang meninggal dunia dan 2.053 orang luka ringan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan, kasus laka lantas didominasi pengguna jalan dengan rentang usia 18-35 tahun.

Sedangkan kerugian materi total sekira Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Bekuk Dua Pengguna Sabu Di Rumah Kos Di Sukoharjo, Polisi Amankan Bong Dan HP

Tingginya angka kecelakaan tersebut mendorong Pemkab Sukoharjo bersama Polres Sukoharjo menggelar Seminar Keselamatan Lalu Lintas di Auditorium Menara Wijaya, Senin (24/8).

Seminar menyasar pelajar SMA/SMK sederajat se Kota Makmur.

Menurut Anggaito, edukasi kepada pelajar penting dilakukan untuk menekan angka laka lantas. Sebab pelajar masuk dalam rentang usia dengan jumlah kasus tertinggi.

“Angka kecelakaan yang paling dominan adalah usia 18-35 tahun. Anak-anak SMA-SMK itu berada di rentang usia yang itu. Edukasi tidak cukup hanya diberikan untuk membangun kesadaran pribadi, tetapi juga diharapkan menular kepada lingkungan pergaulan mereka,” ungkap Anggaito.

Pelajar yang mengikuti seminar diharapkan tidak sekadar menjadi peserta.

Mereka didorong menjadi influencer keselamatan lalu lintas di sekolah masing-masing.

Serta diimbau mengajak teman sebaya untuk lebih disiplin dan berhati-hati di jalan raya.

“Harapannya, dengan ini mudah-mudahan nanti angka kecelakaan bisa turun. Karena mereka tidak hanya hadir sebagai pribadi. Mereka juga influencer bagi teman-temannya di sekolahnya nanti,” terang Anggaito.

Sosialisasi digelar rutin dengan mendatangi sekolah-sekolah.

Namun, pola sosialisasi singkat dinilai belum cukup untuk membentuk pemahaman dan perilaku aman dalam berlalu lintas.

Baca Juga: Suhu Terlalu Tinggi, Oven Kayu Terbakar Di Banmati Sukoharjo

“Maka kami bekerja sama dengan pemkab Sukoharjo dan akademisi dalam seminar. Tujuannya agar mereka mengetahui dan memahami tata cara berlalu lintas,” tegasnya.

Sementara itu, seminar juga menghadirkan narasumber dan pakar di bidang keselamatan lalu lintas. Tak terkecuali Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.

Materi yang diberikan kali ini lebih mendalam. Pelajar diharapkan tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mengetahui risiko dan konsekuensi dari perilaku tidak tertib di jalan raya.

“Kami juga menampilkan dan memberikan edukasi dari para pakar. Harapannya, peserta yang hadir bisa menjadi duta keselamatan lalu lintas di masing-masing sekolah,” beber Anggaito. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kasus laka lantas pelajar edukasi sukoharjo