Kekeringan Kian Parah Di Sukoharjo Selatan, Sudah Dropping 1,2 Juta Liter Air Bersih

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:29 WIB
Dropping air bersih di Sukoharjo sisi selatan yang terdampak kekeringan, belum lama ini. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Dropping air bersih di Sukoharjo sisi selatan yang terdampak kekeringan, belum lama ini. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kekeringan di Kabupaten Sukoharjo semakin meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo per Minggu (23/8), kekeringan melanda sembilan desa di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, bersama sejumlah pihak telak menyalurkan lebih dari 1,2 juta liter air bersih atau 231 tangki.

Sasarannya Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru. 

Baca Juga: Usia 18-35 Dominasi Laka Lantas Di Sukoharjo, Gencar Edukasi Ke Pelajar

“Total terdapat 970 kepala keluarga (KK) atau 3.300 jiwa yang masuk dalam penanganan distribusi air bersih. Dropping terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Wilayah yang mengalami kesulitan air terus kami pantau,” jelas Ariyanto, Senin (24/8).

Di Kecamatan Tawangsari, dropping menyasar Desa Kedungjambal, Pundungrejo, dan SMPN 3 Tawangsari.

Kedungjambal menyedot bantuan terbanyak, karena di sana terdapat 372 KK atau 1.082 jiwa terdampak kekeringan.

Kemudian di Kecamatan Bulu, distribusi menyasar Desa Kunden, Kedungsono, dan Ngasinan.

Sedangkan di Kecamatan Weru, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Weru, Jatingarang, Tawang, Karangmojo, serta SDN 2 Ngereco.

Ariyanto menjelaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui distribusi air bersih yang bersumber dari APBD maupun dukungan corporate social responsibility (CSR).

Bantuan tersebut menjadi langkah cepat untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama kondisi sumber air belum mencukupi. 

“Selain dari APBD, kami juga mendapatkan dukungan dari pihak-pihak melalui CSR. Ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.

Kekeringan yang meluas tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan air warga terus meningkat.

BPBD memastikan pemantauan dilakukan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air, sehingga distribusi segera dilakukan ketika laporan permintaan masuk.

“Yang terpenting kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih, tetap terpenuhi,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
sukoharjo selatan kekeringan dropping air bersih