BEM Solo Raya Demo di Tugu Kartasura Sukoharjo, Suarakan RUU Perampasan Aset

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:21 WIB
 Aliansi BEM Solo Raya demo di Tugu Kartasura, Senin petang (24/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Aliansi BEM Solo Raya demo di Tugu Kartasura, Senin petang (24/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi ruang bagi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Mereka turun ke jalan dan menggelar aksi di kawasan Tugu Kartasura, Senin (24/8) petang.

Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Solo Raya.

Mereka membawa sejumlah isu, mulai dari pemberantasan korupsi, pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga pemerataan pendidikan dan kesehatan.

Koordinator lapangan aksi Dimas mengatakan, para mahasiswa menilai kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Ada Temuan Dugaan Markup Harga Bahan Baku MBG, SPPG Di Sukoharjo Kena Warning

“Saat ini kita berada di momentum kemerdekaan ke-81. Tetapi rasanya negara kita belum mencapai apa yang menjadi cita-citanya. Karena itu, kami menyatakan sikap dan menyuarakan berbagai ketidakadilan yang masih terjadi,” kata Dimas, mahasiswa Unisri Solo.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.

Menurut Dimas, regulasi tersebut penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan mengembalikan aset hasil tindak pidana kepada negara.

Ia menyoroti masih adanya kasus korupsi yang melibatkan pejabat daerah.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya instrumen hukum yang lebih kuat dalam pemberantasan korupsi.

“RUU Perampasan Aset ini sangat perlu dan segera disahkan,” tegasnya.

Selain persoalan korupsi, mahasiswa juga meminta pemerintah mengevaluasi sejumlah program strategis nasional.

Salah satunya MBG yang dinilai perlu dievaluasi agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami menuntut bagaimana program atau proyek strategis nasional, khususnya MBG dan Kopdes, dievaluasi. Kalau memang dirasa tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, harus diperbaiki, bahkan kalau perlu dihentikan,” ujarnya.

Mahasiswa juga menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama pemerintah.

Mereka menilai pembangunan kedua sektor tersebut belum sepenuhnya merata, terutama di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Baca Juga: Kekeringan Kian Parah Di Sukoharjo Selatan, Sudah Dropping 1,2 Juta Liter Air Bersih

Dimas menegaskan, amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Pendidikan, kata dia, menjadi fondasi untuk menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas.

“Pendidikan harus menjadi nomor satu. Bagaimana pemerintah bisa mencerdaskan generasi muda untuk menjadi penerus bangsa,” katanya.

Selain pendidikan, pemerataan akses layanan kesehatan juga menjadi tuntutan mahasiswa.

Mereka meminta pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau daerah-daerah yang masih tertinggal.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti persoalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Kenaikan biaya energi dikhawatirkan ikut mendorong peningkatan harga kebutuhan pokok.

Menurut Dimas, berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas upacara dan seremoni.

Baca Juga: Usia 18-35 Dominasi Laka Lantas Di Sukoharjo, Gencar Edukasi Ke Pelajar

“Indonesia benar-benar berubah dan benar-benar merdeka. Bukan hanya ucapan, bukan hanya upacara, bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Aliansi BEM Solo Raya berjanji akan terus mengawal tuntutan tersebut.

Jika tuntutan mahasiswa dan keresahan masyarakat belum mendapatkan respons yang dinilai memadai, aksi serupa akan terus dilakukan.

“Kalau hari ini belum bisa tercapai, kami akan terus mendesak apa yang menjadi tuntutan dan keresahan masyarakat bersama,” ujarnya.

Aksi di Tugu Kartasura tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Solo Raya.

Di antaranya UNS, UMS, Unisri, Univet Bantara Sukoharjo, ISI Solo, UTP, dan sejumlah kampus lainnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
RUU Perampasan Aset Tugu Kartasura BEM Solo Raya demo sukoharjo