RADARSOLO.COM – Jalan Veteran Kota Sukoharjo dinilai memiliki potensi menjadi ruang pertunjukan seni yang lebih hidup.
Seniman asal Sukoharjo S. Widiyono mengusulkan agar kawasan tersebut dikembangkan sebagai lokasi car free night (CFN), dengan pertunjukan seni yang terjadwal dan terkurasi.
Widiyono mengatakan, Jalan Veteran saat ini sudah kerap menjadi lokasi pertunjukan seni.
Namun, pelaksanaannya dinilai masih belum maksimal karena belum terjadwal secara rutin dan sebagian besar pertunjukan masih sebatas hiburan spontan.
”Sekarang memang sudah banyak pertunjukan di sana, tetapi pertama tidak terjadwal. Kedua, pertunjukannya lebih mengarah sekadar hiburan,” ujar Widiyono, Kamis (27/8).
Baca Juga: Kemarau, Kebun Alpukat Di Polokarto Sukoharjo Manfaatkan Limbah Kolam Ikan Jadi Irigasi
Menurut dia, pola tersebut perlu ditingkatkan. Pertunjukan seni di ruang publik harus mulai diarahkan pada apresiasi seni, bukan sekadar mengisi keramaian.
Untuk mewujudkannya, para seniman juga dituntut meningkatkan kualitas pertunjukan melalui proses latihan dan produksi yang lebih serius.
”Panggung itu harus kita naikkan. Main band, masa pakai sandal jepit, ayo pakai sepatu. Jangan spontanitas terus, latihan. Harus ada proses produksi,” tegasnya.
Widiyono menilai konsep tersebut penting agar masyarakat memiliki ketertarikan lebih terhadap pertunjukan seni lokal.
Terlebih, seniman saat ini menghadapi tantangan besar dari perkembangan teknologi digital, mulai dari telepon seluler hingga berbagai platform hiburan seperti Netflix.
”Musuh kita sekarang HP, Netflix. Pertunjukan di TV sudah bagus-bagus. Kalau tidak kita tarik ke pertunjukan live, orang akan semakin jauh. Pertunjukan live itu manusia berhadap-hadapan dengan penonton,” katanya.
Ia mencontohkan pengalaman tampil di kawasan car free day Kota Solo.
Interaksi langsung antara seniman dan penonton dinilai memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menikmati hiburan melalui layar.
”Kalau tampil live, benar-benar face to face dengan penonton. Salah sedikit kelihatan. Justru itu tantangannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Kemarau, Kebun Alpukat Di Polokarto Sukoharjo Manfaatkan Limbah Kolam Ikan Jadi Irigasi
Karena itu, Widiyono mendorong agar kawasan Jalan Veteran dapat menjadi ruang pertunjukan seni yang terkurasi.
Seniman tidak hanya tampil, tetapi juga mempersiapkan karya dengan standar pertunjukan yang lebih baik.
Menurutnya, keberadaan ruang pertunjukan baru di pusat kota bukan berarti harus berhadapan dengan Taman Budaya Jawa Tengah.
Sebaliknya, seluruh ruang seni dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi.
”Tujuannya bukan mematikan tempat lain. Taman Budaya tetap jalan, tetapi kota juga harus ramai. Kita bersinergi dengan teman-teman seniman yang lain,” ujarnya. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo