RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kebut percepatan musim tanam ketiga (MT3), meski terkendala musim kemarau ekstrem.
Air irigasi sebagai urat nadi terus dijaga ketersediaanya.
Melalui program irigasi perpompaan di 48 titik, yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
Peresmian dan pengoperasian irigasi perpompaan secara simbolis dilakukan Selasa (1/9).
Program ini merupakan bantuan Kementan tahun 2026 ini, sebagai salah satu langkah mitigasi dampak fenomena El Nino Gonzilla, khususnya menghadapi kondisi kekeringan ekstrem.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, ke-48 titik irigasi perpompaan telah selesai dikerjakan.
Baca Juga: Bangun Pos Ojol Di Sukoharjo, Wadah Aspirasi Sekaligus Ruang Istirahat
Saat ini sudah dioperasikan untuk mengkaver kebutuhan air pada MT3.
“Hari ini kami secara simbolis meresmikan 48 titik irigasi perpompaan di Kabupaten Sukoharjo. Ini bantuan Kementerian Pertanian tahun ini,” jelas Bagas.
Bagas menambahkan, irigasi perpompaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Program tersebut, juga bentuk mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Kementan, untuk menjaga target luas areal tanam sekaligus target produksi pertanian di Sukoharjo.
“Ini bagian dari mitigasi El Nino yang dilakukan Pemkab Sukoharjo bersama Kementerian Pertanian. Harapannya, target areal dan target produksi yang ingin dicapai tetap terlaksana. Meskipun saat ini masih dalam suasana kemarau panjang dan anomali iklim El Nino,” imbuhnya.
Menurut Bagas, pembangunan irigasi perpompaan tidak berhenti pada 48 titik yang telah selesai.
Sejumlah titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Namun, titik yang telah rampung langsung diresmikan dan dioperasionalkan agar manfaatnya segera dirasakan petani.
Langkah tersebut sekaligus mendorong percepatan MT3 di tengah keterbatasan pasokan air.
“Kami masih membangun irigasi perpompaan di beberapa titik. Tetapi yang sudah kami selesaikan ini secara simbolis segera dioperasikan. Sehingga bisa mendorong percepatan tanam padi di MT3,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo