Biaya Mandiri, Bocah Gatak Sumbang Medali Panjat Tebing Popda Jateng Untuk Sukoharjo

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:10 WIB
Djenar (kanan) saat pengalungan medali cabor panjat tebing Popda Jateng 2026 di Stadion Jatidiri Semarang. (Dok Fajar Nugroho)
Djenar Pranadja Nugroho (kanan) saat pengalungan medali cabor panjat tebing Popda Jateng 2026 di Stadion Jatidiri Semarang, 1-3 September. (Dok Fajar Nugroho)

RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan Djenar Pranadja Nugroho, siswa kelas III SD Islam Al Hilal Kartasura.

Di usia 9 tahun, Djenar mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Sukoharjo di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah (Jateng) 2026.

Dia meraih medali perunggu dari cabang olahraga (cabor) panjat tebing kategori speed WR kid SD.

Perlombaan tersebut digelar di GOR Jatidiri Semarang, 1-3 September 2026.

Namun, di balik medali yang dibawanya pulang, ada cerita lain.

Djenar merupakan salah satu atlet yang mengikuti popda dengan biaya mandiri.

Baca Juga: Cabor Angkat Besi Sumbang Medali Emas Perdana Popda Jateng Bagi Kontingen Sukoharjo

Seluruh kebutuhan transportasi dan akomodasi selama mengikuti pertandingan ditanggung keluarga.

Fajar Nugroho, warga Kecamatan Gatak sekaligus ayah Djenar mengatakan, sejak awal telah menandatangani surat pernyataan dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo.

Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan sanggup membiayai sendiri kebutuhan akomodasi Djenar selama pertandingan.

“Biaya mandiri, tapi alhamdulillah bisa juara,” ujar Fajar, Jumat (4/9).

Meski harus mengeluarkan biaya sendiri, Fajar bersyukur mendapat dukungan dari rekan-rekan satu tim.

Djenar mendapat bagian jatah makan dari atlet lain, sehingga beban keluarga sedikit lebih ringan.

Sementara untuk transportasi, Fajar menanggung secara mandiri.

Dukungan juga datang ketika Djenar berhasil lolos ke babak final.

Kamar yang sebelumnya digunakan pelatih, bahkan direlakan menjadi tempat menginap Djenar.

Alhamdulillah teman satu tim baik hati, biaya akomodasi dibagi dua. Bahkan ketika masuk final, kamar pelatih juga direlakan untuk menginap,” katanya.

Baca Juga: Pengkot Wushu Solo Minta Maaf, Akui Komunikasi Seleksi Popda Jateng 2026 Tak Berjalan Baik 

Fajar mengatakan kontingen panjat tebing Sukoharjo pada Popda Jateng 2026 mengirimkan empat atlet.

Dua atlet berasal dari jenjang SD dan dua lainnya dari jenjang SMA.

Dari empat atlet tersebut, dua di antaranya masuk kuota kontingen. Masing-masing satu atlet SD dan satu atlet SMA.

Sementara dua atlet lainnya, termasuk Djenar mengikuti pertandingan dengan biaya mandiri.

Menurut Fajar, keterbatasan dukungan pembiayaan tidak menyurutkan semangat Djenar untuk bertanding.

Justru, medali perunggu yang diraih menjadi bukti bahwa atlet muda Sukoharjo tetap mampu bersaing di tingkat provinsi meski harus berjuang dengan biaya sendiri.

“Yang penting anaknya bisa bertanding dan membawa nama Sukoharjo. Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
Djenar Pranadja Nugroho sukoharjo gatak panjat tebing popda jateng