Bukan Cuma Bisa Pakai AI, Pelajar Sukoharjo Dibekali Cara Verifikasi Informasi dan Jaga Privasi

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:04 WIB
Pelajar di Sukoharjo diberi pelatihan oleh polres terkait AI. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Pelajar di Sukoharjo diberi pelatihan oleh polres terkait AI. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bukan sekadar bisa menggunakan artificial intelligence (AI), pelajar di Kabupaten Sukoharjo juga dibekali kemampuan untuk kritis terhadap informasi yang dihasilkan teknologi tersebut. Polres Sukoharjo menggandeng lembaga pendidikan menggelar program Paham AI untuk membangun literasi sekaligus kesadaran mengenai risiko penggunaan AI.

Program pelatihan AI tersebut menyasar pelajar SMA/SMK sederajat di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan digelar secara bertahap di sejumlah sekolah mulai 10 Agustus hingga 24 September 2026.

Baca Juga: 615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Gubernur: Respon Harus Cepat

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, pelatihan dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis dengan sasaran 38 SMA/SMK sederajat.

“Pelatihan Paham AI ini kami laksanakan sejak 10 Agustus sampai 24 September 2026, setiap hari Senin sampai Kamis. Sampai saat ini sudah ada 18 SMA/SMK sederajat yang menerima materi dari para trainer yang telah kami persiapkan,” kata Anggaito, Senin (7/9/2026).

Untuk menjalankan program tersebut, Polres Sukoharjo menyiapkan 30 trainer yang merupakan personel gabungan dari perwira dan bintara. Materi yang diberikan tidak hanya mengenai pemanfaatan AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan secara positif, produktif, aman, dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Kenali Masker KN95 dan Cara Kerjanya

Hingga saat ini, sebanyak 781 pelajar telah mengikuti pelatihan Paham AI. Jumlah tersebut ditargetkan mencapai sekitar 820 pelajar hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Target kami sampai selesai sekitar 820 pelajar. Kalau nanti jumlahnya lebih dari target, tentu lebih bagus,” ujarnya.

Anggaito mengatakan, perkembangan AI memang memberikan berbagai kemudahan bagi pelajar, mulai membantu mencari informasi hingga mendukung proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut tidak boleh membuat pelajar menerima begitu saja informasi yang dihasilkan AI.

Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Pakai Masker: Setelah Itu Apa?

Kemampuan berpikir kritis dan melakukan verifikasi menjadi bagian penting dalam penggunaan teknologi tersebut. Pelajar perlu memastikan informasi yang diperoleh melalui AI benar sebelum digunakan atau disebarluaskan.

“Kami berharap para pelajar atau generasi muda ini bisa bersikap kritis dalam mengolah informasi yang dihasilkan AI. Kemudahan akses teknologi tidak boleh menghilangkan peran verifikasi data dan kesadaran untuk menjaga privasi digital,” jelasnya.

Selain literasi informasi, Polres Sukoharjo juga menekankan aspek etika dan batasan penggunaan AI. Menurut Anggaito, teknologi tersebut pada dasarnya hanya menjadi alat bantu, sedangkan keputusan dan tanggung jawab tetap berada pada penggunanya.

“Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa AI adalah alat bantu. Pelajar tetap harus berpikir kritis, melakukan verifikasi terhadap informasi, menjaga data pribadi, serta memahami batasan dan etika dalam penggunaannya,” pungkasnya.

Melalui program Paham AI, Polres Sukoharjo berharap pelajar tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengguna AI yang kritis, aman, dan bertanggung jawab di ruang digital. (kwl)

Editor : Kabun Triyatno
literasi artificial intelegence pelajar sukoharjo teknologi