RADARSOLO.COM – Kondisi keuangan Perumda Percada Sukoharjo sedang goyah.
Demi menjalankan roda bisnis, Percada harus minta “jatah” ke APBD senilai Rp 2 miliar.
Fakta ini terkuak dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) II DPRD Sukoharjo, Senin (7/9).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Sukoharjo sekaligus Ketua Banggar Nurjayanto.
Pada kesempatan ini, Direktur Perumda Percada Sukoharjo Sasmoko memaparkan rencana menjalankan bisnis.
Baca Juga: Bukan Cuma Bisa Pakai AI, Pelajar Sukoharjo Dibekali Cara Verifikasi Informasi dan Jaga Privasi
Namun, mereka butuh suntikan dana segar.
“Kondisi kas dan keuangan Percada saat ini menipis. Kami punya rencana bisnis ke depan. Namun untuk bisa menjalankan rencana itu, kami butuh penyertaan modal yang nilainya Rp 2 miliar,” kata Sasmoko.
Sasmoko juga mengaku siap memaparkan mengenai rencana bisnis tersebut.
Sebab jika mengandalkan apa yang dijalankan saat ini, Percada disebut hanya jalan di tempat.
Salah satu unit usaha yang dibidik, yakni mencetak buku.
“Terkait mesin percetakan yang ada, ini memang tidak maksimal. Maka kami menggandeng mitra. Tetapi kami bukan makelar ya,” ujarnya.
Mendengar permintaan itu, Wakil Ketua Banggar Sarjono meminta transparansi kondisi dan aset Percada saat ini.
Mengingat beberapa waktu lalu, perusahaan plat merah ini kesandung kasus korupsi. Kasus ini melibatkan eks direktur Percada, dengan kerugian negara Rp 10 miliar.
Anggota Banggar Wawan Pribadi menambahkan, Pemkab Sukoharjo jangan terburu-buru menggelontorkan suntikan dana segar ke Percada.
Dia berharap semua persoalan yang melilit Percada harus klir terlebih dahulu.
Baca Juga: Ciamik! Kontingen Sukoharjo Borong 44 Medali Popda Jateng 2026
“Dulu kan ada wacana mau dibubarkan dan ganti dengan yang baru. Belum lagi persoalan yang lain. Ini harus jelas dulu. Selain itu, harus dilihat bagaimana postur anggaran yang ada. Kekuatan anggaran pemkab ini berapa?” beber Wawan.
Ketua Banggar Nurjayanto juga mengingatkan agar penyertaan modal ini dikaji secara mendalam.
Harapannya, modal tersebut benar-benar dipakai untuk menjalankan roda bisnis Percada.
“Sempat dikatakan kondisinya minus. Kami tidak mau penyertaan modal ini malah untuk membayar gaji, atau hal yang tidak berkaitan dengan bisnis Percada. Sebab penyertaan modal itu nanti juga berkaitan dengan PAD (pendapatan asli daerah) yang dihasilkan,” kata Nurjayanto.
Nujayanto mengimbau agar Percada menjalin komunikasi dengan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo. Termasuk dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sukoharjo.
“Nanti setelah jelas posisinya, baru dibahas lagi di rapat mengenai pembahasan APBD berikutnya,” ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo