RADARSOLO.COM – Puluhan monyet ekor panjang turun hingga ke permukiman warga di Dusun Baseng, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Selasa malam (8/9).
Kawanan kera liar ini diduga meninggalkan habitatnya, setelah kawasan hutan di sana terbakar.
Warga Dusun Baseng Tri Santoso mengaku kawanan kera liar berkeliaran di sejumlah jalan desa.
Terutama yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
“Jumlahnya puluhan ekor. Karena hutan terbakar, monyet-monyet turun ke bawah, sampai jalan-jalan desa,” jelas Tri, kemarin (9/9).
Baca Juga: Pilkades Serentak Rawan Gugatan Hukum, BPD Di Sukoharjo Sambat Dewan
Hingga kemarin, kawanan kera tersebut masih berada di sekitar permukiman.
Kera-kera itu belum kembali ke habitatnya, lantaran kawasan hutan terbakar. Sehingga kehilangan tempat berlindung dan mencari makanan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menambahkan, kebakaran dilaporkan melanda lahan di Dusun Baseng RT 01 RW 06, Desa Gentan, Selasa petang (8/9) sekira pukul 17.00.
Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah daun kering yang dilakukan sembarangan.
“Warga bersama unsur terkait melakukan pemadaman agar api tidak meluas. Penanganan dilakukan warga sekitar, dibantu TNI/Polri, IRB Kecamatan Bulu, BPBD Sukoharjo, serta satu unit mobil damkar,” terang Ariyanto.
Di hari yang sama, kebakaran lahan juga melanda Kecamatan Weru. Kapolsek Weru AKP Efendi mengaku, kebakaran terjadi di Dusun Margomulyo, Desa Jatingarang, Weru sekira pukul 11.00.
“Personel Polsek Weru bersama relawan dan warga gotong royong memadamkan api. Luas lahan terbakar sekitar 1 hektare. Pukul 12.45 api berhasil dipadamkan,” beber Efendi.
Rentetan kebakaran lahan tersebut menjadi perhatian, mengingat kondisi vegetasi yang kering pada puncak musim kemarau.
Selain mengancam lahan dan lingkungan, kebakaran kawasan yang berbatasan dengan hutan juga berpotensi mengganggu habitat satwa liar seperti kera ekor panjang. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo