RADARSOLO.COM – Realisasi investasi di Kabupaten Sukoharjo pada semester II 2026 terpantau lambat. Hanya di kisaran 30-40 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo Djoko “Ipoeng” Poernomo mengaku, capaian tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan semester sebelumnya.
Meski demikian, aliran modal masih tercatat masuk ke Kota Makmur.
Nilai investasi penanaman modal asing (PMA) yang masuk Rp 80 miliar. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 340 miliar.
Investasi masuk didominasi sejumlah sektor industri.
Baca Juga: Habitat Terbakar, Monyet Ekor Panjang Turun Ke Permukiman Di Bulu Sukoharjo
Paling banyak industri tekstil, plastik, alas kaki, serta reparasi dan perdagangan.
Kemudian investasi skala mikro tersebar lebih luas, terutama sektor kuliner dan usaha yang berkaitan dengan makanan.
“Kalau yang mikro-mikro pasti banyak di sekitar kuliner. KBLI yang berhubungan dengan makanan,” jelasnya.
Dari sisi wilayah, investasi dalam skala besar masih terkonsentrasi di Kecamatan Grogol.
Namun, sejumlah wilayah lain mulai dilirik investor, terutama untuk rencana investasi baru.
Ipoeng mengungkapkan, pihaknya telah mendampingi calon investor yang melakukan peninjauan lokasi di Kecamatan Bendosari.
Salah satunya merupakan investor asal China yang telah datang langsung melihat sejumlah lokasi.
“Kemarin saya secara pribadi mendampingi perwakilan investor. Kebetulan dia sudah didampingi penerjemah. Mereka secara harga tanah tertarik dan sudah meninjau,” ungkapnya.
Baca Juga: Bekuk Pengedar Di Baki Sukoharjo, Amankan 149,73 Gram Sabu
Di Kecamatan Bendosari, calon investor tersebut meninjau dua lokasi. Masing-masing di Desa Bendosari dan Desa Mojorejo.
Kendati demikian, Ipoeng menegaskan investasi tersebut masih sebatas rencana karena calon investor masih melakukan penjajakan dan peninjauan.
"Selain investor asal China, terdapat pula investor dari Amerika Serikat yang menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di Sukoharjo," pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo