RADARSOLO.COM – Sebanyak 515 siswa mengikuti seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Sukoharjo.
Seleksi yang digelar di MIM 2 Jetis, Sukoharjo, Rabu (9/9) ini menjadi tahapan untuk menjaring siswa terbaik.
Pemenangnya akan mewakili Sukoharjo untuk maju di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM) Sukoharjo Widodo mengatakan, OMI 2026 diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) secara berjenjang.
Seleksi dimulai dari satuan pendidikan, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Baca Juga: Investasi Semester II 2026 Di Sukoharjo Lambat, Jauh Di Bawah 2025
"Ini mulai dari satuan pendidikan. Dari satuan pendidikan kemudian diseleksi untuk tingkat kabupaten, selanjutnya tingkat provinsi dan nasional," kata Widodo.
Di tingkat kabupaten, masing-masing satuan pendidikan mengajukan tiga siswa.
Peserta OMI tidak hanya berasal dari madrasah, tetapi juga terbuka bagi siswa sekolah dasar, termasuk dari SDIT.
Dari total 515 peserta, sebanyak 258 siswa mengikuti bidang Matematika Terintegrasi, sedangkan 257 siswa mengikuti bidang IPAS Terintegrasi.
Widodo menjelaskan, materi yang diujikan dalam OMI memiliki karakter berbeda dibandingkan olimpiade akademik pada umumnya.
Materi Matematika maupun IPAS tidak hanya menguji kemampuan akademik umum, tetapi juga dipadukan dengan muatan keagamaan dan nilai-nilai keislaman.
"Jadi matematika terintegrasi itu ada muatan agamanya, tidak hanya umum seperti OSN. Materinya terintegrasi dengan materi-materi keislaman, teknologi, budaya lokal, serta kurikulum berbasis cinta," jelasnya.
Menurutnya, pola soal OMI juga dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir kritis, analitis, sekaligus aplikatif.
Dengan demikian, peserta tidak cukup hanya menguasai rumus atau hafalan materi, tetapi dituntut mampu menerapkan pengetahuan untuk memecahkan persoalan.
Baca Juga: Habitat Terbakar, Monyet Ekor Panjang Turun Ke Permukiman Di Bulu Sukoharjo
"Jadi komplet. Prinsip-prinsip itu masuk dalam soal. Baik matematika maupun IPAS semuanya terintegrasi," ujarnya.
Dari seleksi tingkat kabupaten tersebut, masing-masing bidang akan dipilih tiga siswa terbaik untuk melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya, persaingan akan berlanjut untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.
Widodo mengatakan, pada tingkat provinsi nantinya akan ditentukan juara pertama sekaligus sejumlah peserta terbaik yang berpeluang masuk jajaran 10 besar nasional.
Karena itu, peluang wakil Jawa Tengah yang melaju ke tingkat nasional bisa lebih dari satu siswa.
"Di provinsi diambil juara satu dan sepuluh terbaik nasional. Jadi kalau dari Jawa Tengah ada dua yang masuk 10 besar nasional, yang maju bisa juara satu dan juara dua terbaik nasional," pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo