RADARSOLO.COM – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo imbau RSUD Ir. Soekarno agar tidak menutup-nutupi kekurangan yang ada.
Ini ditegaskannya saat Survei Simulasi Akreditasi bersama Tim Asesor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Selasa (15/9).
Simulasi yang digelar melalui Zoom Meeting di Aula Wijaya Kusuma RSUD Ir. Soekarno tersebut menjadi kesempatan bagi manajemen untuk membongkar berbagai celah yang masih ditemukan.
Sehingga bisa segera diperbaiki saat survei akreditasi utama berlansung.
Sapto berpesan agar jajaran RSUD Ir. Soekarno tidak menjadikan simulasi sekadar formalitas, demi menunjukkan kondisi terbaik rumah sakit.
Sebaliknya, seluruh kondisi riil harus dibuka agar tim survei dapat memberikan evaluasi secara menyeluruh.
Baca Juga: Bidik Etanol Masuk Industri Kosmetik Dan Farmasi, Profesor BRIN Terjun Ke Sukoharjo
“Jangan menutupi kekurangan. Bukalah seluas-luasnya data dan kondisi riil di lapangan. Justru pada simulasi ini, berharap Tim Surveior KARS bisa membedah dan menemukan celah yang belum sempurna,” tegas Sapto.
Menurut Sapto, menemukan kekurangan dalam simulasi justru menjadi keuntungan bagi RSUD.
Setiap temuan dapat segera diperbaiki, sebelum penilaian akreditasi dilakukan.
Sapto juga mengingatkan agar akreditasi tidak dimaknai sebatas mengejar sertifikat, atau bahkan memenuhi tuntutan administrasi.
“Akreditasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, bukan sekadar etalase dokumen, dan bukan sekadar perlombaan untuk mengejar sertifikat kelulusan. Akreditasi adalah upaya dalam menstandarisasi tata kelola rumah sakit, memastikan keselamatan pasien, serta membangun budaya mutu yang komprehensif,” ujarnya.
RSUD Ir. Soekarno, berperan strategis sebagai garda terdepan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Sebagai salah satu muara rujukan masyarakat, RSUD dituntut memberikan pelayanan yang aman, bermutu dan konsisten.
Karena itu, pembenahan tidak boleh hanya dilakukan menjelang akreditasi, tetapi harus menjadi budaya dalam keseharian pelayanan.
Baca Juga: Pilkades Serentak 2026, Sukoharjo Tetapkan 505.541 DPS Dan 458 TPS
Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di pundak pimpinan dan tim akreditasi. Seluruh unsur rumah sakit harus memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.
“Mulai dari dokter, perawat, petugas laboratorium, administrasi, tenaga kebersihan, hingga keamanan, memiliki peran dalam membangun mutu pelayanan rumah sakit,” bebernya.
Selain standar dan tata kelola, Sapto juga menyoroti pentingnya pelayanan yang humanis.
Pasien dan keluarga harus mendapatkan pelayanan yang ramah, penuh empati, serta respons cepat. “Jangan sampai standar pelayanan bagus di atas kertas, tetapi implementasinya berbeda di lapangan,” pesannya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo