RADARSOLO.COM – Polisi terus mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Hingga Selasa (15/9), penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo telah memeriksa 12 saksi untuk mengungkap aksi pembakaran yang terjadi Sabtu (12/9) dini hari.
Penyidikan juga diperkuat dengan melibatkan Densus 88 Antiteror Polri dan Jatanras Polda Jawa Tengah. Kedua unsur tersebut turut membantu pendalaman kasus yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengurai rangkaian kejadian secara lebih lengkap. Penyidik juga masih berupaya mengidentifikasi pelaku serta mengungkap motif di balik aksi tersebut.
“Untuk perkembangan penyidikan, sampai saat ini penyidik Sat Reskrim Polres Sukoharjo telah memeriksa 12 saksi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik aksi pembakaran,” ujar Anggaito, Selasa (15/9).
Menurut Anggaito, pelibatan Densus 88 dan Jatanras merupakan bagian dari langkah kepolisian untuk memperkuat proses pendalaman perkara. Namun, dia menegaskan polisi belum menarik kesimpulan terkait motif maupun pihak tertentu yang diduga berada di balik kejadian tersebut.
“Polres Sukoharjo juga menggandeng Densus 88 dan Jatanras dalam proses pendalaman kasus ini. Namun, kami masih terus melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan motif maupun keterlibatan pihak tertentu sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai,” tegasnya.
Baca Juga: Update Pemain Baru Arema FC di Liga 1: Eks Pemain Liga Norwegia dan Brasil Resmi Merapat
Polisi masih mengembangkan keterangan dari para saksi serta sejumlah petunjuk lain untuk mengungkap identitas pelaku. Penyidik juga akan mencocokkan setiap informasi yang diperoleh sebelum menentukan arah penyidikan berikutnya.
Kasus pembakaran tersebut terjadi di Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, pada Sabtu (12/9) dini hari. Polisi hingga kini masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik aksi tersebut. (kwl)
Editor : Niko auglandy