Angka Kematian Ibu dan Balita Tinggi Di Polokarto Sukoharjo, Puskesmas Bidik Zero Kasus

Iwan Kawul • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:52 WIB
Forum Komunikasi Publik (FKP) terkait kasus kematian ibu dan balita yang digelar di Puskesmas Polokarto, Kamis (17/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Forum Komunikasi Publik (FKP) terkait kasus kematian ibu dan balita yang digelar di Puskesmas Polokarto, Kamis (17/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kasus kematian ibu dan balita yang cukup tinggi menjadi sorotan dalam Forum Komunikasi Publik (FKP) yang digelar Puskesmas Polokarto, Kamis (17/9). 

Sepanjang 2026, tercatat satu kasus kematian ibu serta delapan kematian bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Polokarto.

Kepala Puskesmas Polokarto Novia Dwi Ernawati mengatakan, angka tersebut menjadi bahan evaluasi bersama lintas sektor.

Terlebih pada 2025, tidak ditemukan kasus kematian ibu di wilayah tersebut.

“Di tahun ini ada satu kasus kematian ibu dan ada delapan kematian bayi-balita. Ini menjadi perhatian kami dan perlu dievaluasi bersama,” ujar Novia.

Baca Juga: Doa Anak Yatim di Sukoharjo untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda: Cepat Ditemukan Ya Mas-mas ku Wartawan

Kasus kematian ibu terjadi pada Februari 2026.

Korban merupakan ibu berusia 28 tahun yang meninggal pada masa nifas hari ke-9.

Berdasarkan evaluasi medis, kematian berkaitan dengan syok sepsis akibat perdarahan pascapersalinan yang disebabkan retensi sisa plasenta, disertai edema paru.

Sementara itu, delapan kematian bayi-balita terdiri atas empat kematian di dalam rahim dan empat kematian bayi.

Dari empat kematian bayi tersebut, tiga terjadi pada masa neonatal dan satu pada bayi, sedangkan tidak ada kematian balita.

Empat kasus kematian di dalam rahim berkaitan dengan kondisi bayi berat lahir rendah (BBLR) dan prematur dari kehamilan berisiko tinggi, termasuk hipertensi serta riwayat obstetri buruk.

Sedangkan kematian bayi disebabkan sejumlah kondisi, antara lain kelainan kongenital, BBLR-prematur, aspirasi pneumonia, dan asfiksia.

Novia menegaskan, Puskesmas Polokarto terus memperkuat upaya pencegahan sejak masa kehamilan.

Salah satunya melalui kelas ibu hamil yang digelar di seluruh 17 desa wilayah kerja Puskesmas Polokarto.

Baca Juga: Komplotan Penipuan Internasional Dilimpahkan Ke JPU, Sudah Ditahan Di Rutan Solo

“Di setiap desa ada kelas ibu hamil. Di sana dibahas bagaimana menjalani kehamilan dan persalinan yang sehat,” jelasnya.

Selain kelas ibu hamil, pemantauan juga dilakukan melalui kunjungan langsung.

Bidan desa bersama kader mendatangi seluruh ibu hamil, baik yang sudah terdata maupun yang belum terdata secara resmi.

“Semua ibu hamil kami kunjungi bersama bidan desa dan kader. Harapannya, tahun ini maupun tahun berikutnya tidak ada lagi kasus kematian ibu dan balita,” tegas Novia.

Melalui FKP, puskesmas juga meminta dukungan seluruh unsur yang terlibat, mulai pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga kader kesehatan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar ibu hamil berisiko tidak luput dari pemantauan.

“Kami berharap semua lintas sektor dan stakeholder ikut mendukung dan menyupport usaha kami untuk bisa menuju zero kematian ibu dan anak,” tandasnya.

Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono mengatakan, FKP menjadi ruang evaluasi bersama atas berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di wilayahnya.

Menurutnya, kasus kematian ibu yang terjadi tahun ini harus menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat pencegahan dan deteksi dini.

“Ini menjadi evaluasi bagi kita bersama. Hari ini kita bisa duduk bersama membicarakan langkah-langkah yang akan diambil ke depan,” kata Heri.

Baca Juga: Delapan ASN Maju Pilkades Serentak 2026, Minta Saran Plt Bupati Sukoharjo

Dia menekankan, pencegahan harus dimulai sejak awal kehamilan. Pemantauan dan deteksi dini perlu diperkuat agar tidak ada ibu hamil berisiko yang luput dari perhatian.

“Kami mulai dari pencegahan dari awal, deteksi dini baik untuk ibu maupun anak. Jangan sampai ke depan ada ibu hamil, khususnya di wilayah Kecamatan Polokarto, yang luput dari perhatian kami semuanya,” pungkasnya. (kwl/nik)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kematian ibu dan balita polokarto sukoharjo