RADARSOLO.COM – Pemkab Sukoharjo mengobarkan gerakan bersih-bersih lingkungan dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026.
Namun, aksi tersebut ditegaskan bukan sekadar memunguti sampah lalu selesai.
Sampah wajib dipilah, ditimbang, dicatat, dilaporkan, hingga dipastikan masuk ke fasilitas pengelolaan yang tepat.
Gerakan bertema “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” itu menyasar seluruh elemen masyarakat, dengan generasi muda dan lingkungan sekolah menjadi salah satu fokus utama.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Abdul Haris Widodo melalui surat edaran yang ditandatangani Rabu (16/9), mengimbau seluruh masyarakat dan institusi pendidikan ikut bergerak dalam aksi tersebut.
Baca Juga: Komplotan Penipuan Internasional Dilimpahkan Ke JPU, Sudah Ditahan Di Rutan Solo
“Pelaksanaan WCD 2026 di Sukoharjo dibagi menjadi dua tahapan utama,” terang Haris.
Tahap pertama digelar Jumat (18/9) mulai pukul 07.00, berupa aksi bersih-bersih serentak di seluruh sekolah se-Kabupaten Sukoharjo.
Selanjutnya, Minggu (20/9) mulai pukul 07.00, aksi dilanjutkan secara serentak oleh komunitas dan seluruh elemen masyarakat di wilayah masing-masing.
Haris menegaskan, hasil aksi tidak berhenti pada pengumpulan sampah.
Sampah yang terkumpul harus dipilah dan ditimbang, kemudian datanya dicatat serta dilaporkan secara digital.
“Seluruh hasil pemilahan dan data penimbangan sampah nantinya akan disetorkan dan dilaporkan secara digital ke Kementerian Lingkungan Hidup,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto mengatakan rangkaian WCD telah dimulai dengan aksi pengumpulan sampah oleh relawan di lingkungan Kantor Pemkab Sukoharjo, Kamis (17/9).
Para relawan DLH menyasar sampah dan limbah plastik untuk kemudian dipisahkan dari jenis sampah lainnya, ditimbang, dan disalurkan ke fasilitas pengelolaan sampah yang sesuai.
Menurut Agus, pemilahan dari sumber menjadi kunci karena persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan memindahkannya dari jalan ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Baca Juga: Angka Kematian Ibu dan Balita Tinggi Di Polokarto Sukoharjo, Puskesmas Bidik Zero Kasus
“Di TPA, sampah plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai. Oleh karenanya, sampah harus dipilah sejak dari sumbernya agar tidak tercampur dengan sampah organik,” tegasnya.
Dia menilai edukasi pemilahan harus terus dikuatkan. Sebab, masih banyak sampah plastik yang berakhir di TPA tanpa melalui proses pemilahan dan pengelolaan terlebih dahulu.
Melalui WCD 2026, Pemkab Sukoharjo ingin mengubah pola pikir masyarakat.
Sampah tidak boleh lagi sekadar dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi menjadi persoalan bersama yang harus dikelola sejak dari sumbernya.
WCD merupakan gerakan sosial global yang pertama kali dicetuskan Let's Do It World Foundation di Estonia pada 2008.
Sejak 2024, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 20 September sebagai World Cleanup Day dalam kalender resminya untuk mendorong kesadaran global terhadap persoalan sampah. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo