Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi di Polokarto Sukoharjo, Terjunkan PKK Dampingi Bumil

Iwan Kawul • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:18 WIB
Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono (kanan) bersama kades PKK desa yang akan mendampingi bumil. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono (kanan) bersama kades PKK desa yang akan mendampingi bumil. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kasus kematian ibu dan bayi di Kecamatan Polokarto cukup tinggi.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kecamatan Polokarto.

Mencegah kasus serupa terulang, digalakkan program satu ibu hamil (bumil) satu pendamping.

Sebagai catatan, sejak awal tahun terdapat satu kasus kematian ibu serta delapan kematian bayi.

Kasus kematian ibu terjadi Februari lalu. Korban berusia 28 tahun, meninggal dalam kondisi nifas di hari ke-9. 

Baca Juga: Angka Kematian Ibu dan Balita Tinggi Di Polokarto Sukoharjo, Puskesmas Bidik Zero Kasus

Berdasarkan evaluasi medis, kematian berkaitan dengan syok sepsis akibat perdarahan pascapersalinan. Disebabkan retensi sisa plasenta disertai edema paru.

Selain itu, ada temuan empat kasus kematian bayi di dalam rahim. Plus empat kematian bayi.

Dari empat kematian bayi, tiga di antaranya terjadi di masa neonatal dan satu pada masa bayi. 

Kasus kematian dalam rahim, berkaitan dengan kondisi bayi berat lahir rendah (BBLR) dan prematur dari kehamilan berisiko tinggi.

Termasuk kasus hipertensi dan riwayat obstetri buruk.

Sedangkan kematian bayi disebabkan sejumlah kondisi. Di antaranya kelainan kongenital, BBLR-prematur, aspirasi pneumonia, dan asfiksia.

Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yakni melibatkan kader PKK desa.

Mereka ditugaskan sebagai pendamping ibu hamil. 

Setiap ibu hamil akan memiliki satu orang pendamping.

Tugasnya memantau dan mendampingi selama masa kehamilan.

Baca Juga: Kemarau, Kebun Alpukat Di Polokarto Sukoharjo Manfaatkan Limbah Kolam Ikan Jadi Irigasi

“Setiap satu ibu hamil ada satu pendamping dari PKK desa. Jadi kalau di desa ditemukan lima ibu hamil, ada lima pendamping dari kades PKK,” kata Heri, Selasa (22/9).

Menurut Heri, pendampingan dilakukan sejak awal kehamilan atau sejak usia kehamilan diketahui.

Kader PKK yang menjadi pendamping, berasal dari warga setempat.

Sehingga diharapkan lebih mudah melakukan pemantauan secara rutin.

“Didampingi dari awal. Sejak dari nol. Kemarin macam-macam. Ada yang baru dua bulan, ada yang empat bulan. Jadi pendampingannya sejak awal kehamilan,” jelasnya.

Heri menegaskan, pendampingan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendeteksi lebih dini, apabila terdapat kondisi kehamilan berisiko.

Kader PKK diharapkan dapat memastikan bumil mendapat perhatian. 

Selain itu, segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan persoalan.

“Karena itu, pendampingan sejak awal kehamilan ini penting. Kami ingin ibu hamil yang memiliki risiko bisa diketahui lebih cepat. Sehingga segera mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan,” beber Heri. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
polokarto sukoharjo pendamping bumil angka kematian ibu dan bayi kader PKK