RADARSOLO.COM – Kebakaran kendaraan menjadi salah satu kasus yang ditangani Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukoharjo sepanjang 2026.
Hingga September, tercatat sembilan laporan kendaraan terbakar.
Damkar mengimbau masyarakat agar rutin servis kendaraan secara berkala untuk menghindari kasus serupa.
Data Damkar Satpol PP Sukoharjo per 20 September, kebakaran lahan kosong menduduki peringkat pertama dengan 137 kejadian.
Disusul kebakaran rumah tinggal 64 kejadian, rumpun bambu 38 kejadian, oven 21 kejadian, sampah 17 kejadian, lain-lain 16 kejadian, tabung gas 10 kejadian, kendaraan sembilan kejadian, serta pabrik dua kejadian.
Baca Juga: Agustus 2026, Kebakaran Di Sukoharjo Dominasi Karhutla
Terkait tingginya kasus kebakaran kendaraan, Margono mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terutama ketika menggunakan kendaraan dalam kondisi cuaca panas.
Pemeriksaan kondisi kendaraan, khususnya bagian kelistrikan dan bahan bakar penting dilakukan untuk mencegah munculnya sumber api.
“Pengecekan kendaraan perlu dilakukan secara berkala. Jangan sampai ada kabel atau komponen yang bermasalah dan berpotensi memicu kebakaran,” jelas Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono.
Margono menambahkan, lonjakan kasus kebakaran cukup tinggi pada Juli-September.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila melihat titik api, agar penanganan dapat dilakukan sebelum membesar dan merembet ke objek lain.
“Jangan menunggu api membesar. Segera laporkan ketika melihat kebakaran, agar petugas bisa cepat melakukan penanganan,” tegas Margono. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo