Dorong Kolaborasi OKP, DPD KNPI Sukoharjo Tekankan Pentingnya Merawat Kerukunan di Era Digital

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:07 WIB
FGD yang digelar di DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sukoharjo di gedung DPRD, Jumat (25/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
FGD yang digelar di DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sukoharjo di gedung DPRD, Jumat (25/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM — DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sukoharjo mengajak seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan serta tantangan era digital.

Sekretaris DPD KNPI Sukoharjo Wisanggeni Indra Aji menegaskan, OKP bukan sekadar wadah organisasi pemuda biasa.

Melainkan penggerak utama ruang komunikasi, kolaborasi, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

"Kerukunan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Berbeda organisasi bukan berarti kita harus terpecah, melainkan bersama-sama membangun Sukoharjo. Perbedaan itu adalah kenyataan, tetapi merawat kerukunan adalah pilihan kita bersama," ujar Wisanggeni usai FGD di DPRD Sukoharjo, Jumat (25/9). 

Wisanggeni menjelaskan, dalam proses bermasyarakat terdapat dinamika kerukunan yang dimulai dari menyikapi perbedaan melalui komunikasi, dialog, kolaborasi, hingga tercipta kerukunan yang kokoh.

Baca Juga: Rusak Mobil Dan Lukai Penumpang, Tiga DC Dibekuk Di Sukoharjo

Namun, terdapat sejumlah tantangan yang dapat mengganggu hubungan antarkelompok, seperti polarisasi, penyebaran informasi tidak terverifikasi, konflik antarkelompok atau antargenerasi, serta minimnya ruang dialog.

Selain itu, ia menyoroti fenomena media sosial di era digital yang memiliki dua sisi mata pisau.

Menurutnya, media sosial bisa menjadi jembatan untuk menyebarkan informasi positif dan mengedukasi masyarakat, namun bisa juga menjadi sekat penyebar hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian.

Baca Juga: UMKM Di Sukoharjo Dipermudah Urus Sertifikasi Halal

"Prinsip kita di era digital sangat sederhana: dengar, pahami, klarifikasi, baru bagikan. Jangan biarkan perbedaan di ruang digital berkembang menjadi konflik di kehidupan nyata," tegasnya.

Lebih lanjut, Wisanggeni memaparkan lima peran konkret yang harus dijalankan OKP sebagai pemuda di Sukoharjo, yaitu menjadi ruang komunikasi, penghubung antar pemangku kepentingan, penggerak kegiatan sosial, teladan sikap toleransi, serta mitra aktif masyarakat.

Guna mewujudkan hal tersebut, DPD KNPI Sukoharjo mendorong strategi kolaborasi lintas OKP melalui lima langkah sistematis: pembentukan forum komunikasi rutin, pemetaan masalah bersama, pembagian peran sesuai kapasitas, pelaksanaan program bersama, hingga evaluasi berkala.

"Pemuda hadir bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Dengan jargon "Sukoharjo Rumah Kita Bersama", mari kita buktikan bahwa perbedaan dapat menguatkan Sukoharjo untuk menjadi lebih maju," pungkas Wisanggeni. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
knpi sukoharjo okp dprd sukoharjo fgd