RADARSOLO.COM – Musim kemarau tak hanya membuat lahan pertanian mengering.
Peternak kambing dan domba di Sukoharjo juga ikut tertekan akibat meroketnya harga pakan hijau.
Kondisi itu dirasakan Andhika, peternak asal Kecamatan Nguter yang mengelola sekitar 1.000 ekor kambing dan domba.
Setiap hari, peternakan ini butuh sekira 2 ton pakan hijau untuk memenuhi kebutuhan seluruh ternak.
Namun, memasuki musim kemarau, ketersediaan pakan hijau semakin menipis. Alhasil harga melonjak tajam.
Baca Juga: BPBD Sukoharjo Tambah Peralatan Damkar, Antisipasi Lonjakan Kebakaran Musim Kemarau
“Kalau kemarau, kenaikan harga pakan jelas sangat terasa, bahkan naik drastis. Hijauan yang sebelumnya Rp 500 per kilogram (kg), sekarang Rp 900 per kg,” keluh Andhika, Senin (28/9).
Menurutnya, stok hijauan yang tersedia di lahan sekitar peternakan sudah tidak lagi mencukupi.
Peternak terpaksa mencari pakan hingga ke luar daerah demi menjaga kebutuhan pakan ribuan ternaknya tetap terpenuhi.
“Kalau di lahan kami sudah habis, harus ngarit ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan hijauan,” ujarnya.
Di tengah kenaikan biaya produksi tersebut, peternak justru menghadapi persoalan lain.
Harga jual kambing dan domba mengalami penurunan, sehingga margin usaha semakin tertekan.
Untuk domba pedaging, harga saat ini sekitar Rp 65 ribu per kg.
Sementara domba afkiran hanya dihargai Rp 33 ribu per kg.
Kondisi tersebut membuat peternak harus menanggung beban ganda.
Baca Juga: Proyek Jalan Adi Soemarmo Kartasura Sudah Diaspal, Kendaraan Berat Masih Dilarang Melintas
Di satu sisi, biaya pakan terus meningkat akibat kemarau. Sayangnya, harga jual ternak justru bergerak turun.
Bagi peternak dengan populasi mencapai ratusan hingga ribuan ekor, kenaikan harga hijauan Rp 400 per kg bukan angka kecil.
Dengan kebutuhan sekira 2 ton per hari, tambahan biaya pakan menjadi beban yang harus ditanggung setiap hari. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo