Kasus TB di Mojolaban Sukoharjo Tinggi, Satu Pasien Meninggal

Iwan Kawul • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:48 WIB
FKP yang digelar Puskesmas Mojolaban terkait kasus TBC dan penyakit lainnya di pendapa kantor Kecamatan Mojolaban, Selasa (29/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
FKP yang digelar Puskesmas Mojolaban terkait kasus TBC dan penyakit lainnya di pendapa kantor Kecamatan Mojolaban, Selasa (29/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Temuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo cukup tinggi.

Data Puskesmas Mojolaban, hingga Agustus 2026 tercatat ada temuan puluhan kasus dengan satu pasien meninggal dunia.

Pasien tersebut berusia sekira 50 tahun.

Kepala Puskesmas Mojolaban dr. Hery Suparyanto menjelaskan, kasus TBC mendapat atensi khusus.

Periode Januari-Agustus, ada temuan 30 pasien dan sudah menjalani terapi.

Temuan ini melalui pemeriksaan Active Case Finding (ACF) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Baca Juga: Revitalisasi 104 Sekolah Di Sukoharjo Di Bawah Pengawasan Ketat Kejari

“Kasus TBC di Mojolaban perlu diwaspadai. Sepanjang 2025 tercatat ada temuan 35 pasien TBC. Untuk tahun ini, ada satu kasus kematian pasien TB,” kata hery di sela forum konsultasi publik (FKP) di pendapa kantor Kecamatan Mojolaban, Selasa (29/9). 

Hery menambahkan, screening melalui ACF merupakan upaya aktif dalam menemukan kasus TBC.

Program tersebut dijalankan pemerintah pusat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo melalui Puskesmas Mojolaban.

Berupa pemeriksaan rontgen untuk mendeteksi potensi kasus secara lebih dini dan detail.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan menyasar 100 warga di setiap lokasi. Selain gejala TBC, sasaran juga diprioritaskan kelompok yang memiliki faktor risiko.

Seperti penderita diabetes melitus, hipertensi, HIV, serta warga dengan kondisi gizi buruk atau gizi kurang.

Baca Juga: Dampak Kemarau Panjang Di Sukoharjo, Harga Pakan Hijau Ternak Meroket

ACF digelar Puskesmas Mojolaban di sejumlah desa. Pemeriksaan sebelumnya menyasar Desa Palur, Joho, Triyagan, dan Sapen.

Selanjutnya, pemeriksaan dijadwalkan di Desa Cangkol dan Ngadirejo, 5-6 Oktober.

“Bedanya dengan pemeriksaan sebelumnya, dalam ACF ini kami menggunakan foto rontgen untuk melakukan screening. Setiap pelaksanaan menyasar 100 warga, terutama yang memiliki faktor risiko,” jelasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
pasien tbc meninggal dunia mojolaban sukoharjo Kasus TBC