RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terus memperkuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan keluarganya.
Salah satunya melalui Sanggar Inklusi Berbasis Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, Sanggar Inklusi sejatinya sudah ada sejak 2012.
Saat ini perannya sangat penting dalam pelayanan sosial bagi anak dan keluarga penyandang disabilitas.
Baca Juga: Bekuk Pengedar di Perum Queen Garden Baki Sukoharjo, Amankan 1,88 Gram Sabu
“Layanan Sanggar Inklusi saat ini telah menjangkau 1.060 ABK. Mereka tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo,” jelas Yunia, kemarin (30/9).
Yunia menambahkan, keberadaan Sanggar Inklusi tidak hanya fokus pada satu aspek layanan.
Berbagai kebutuhan ABK ditangani melalui dukungan kesehatan, terapi, pendidikan, pemberdayaan, hingga pemenuhan kebutuhan sosial.
Baca Juga: Kasus TB di Mojolaban Sukoharjo Tinggi, Satu Pasien Meninggal
Penguatan layanan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral. Disos menggandeng dinas kesehatan (dinkes), RSUD Ir. Soekarno, dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud), baperida, Baznas, Paguyuban Sehati, serta berbagai stakeholder lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk merumuskan bentuk intervensi yang tepat.
Selain itu, juga memastikan pelayanan bagi ABK berjalan secara berkelanjutan.
“Sanggar Inklusi bukan sekadar tempat layanan. Ini wujud gotong royong masyarakat dan pemerintah dalam membuka akses, memperkuat kemandirian, serta mendukung tumbuh kembang anak dan keluarga penyandang disabilitas,” tegas Yunia.
Menurut Yunia, keberadaan layanan berbasis masyarakat diharapkan semakin mendekatkan akses rehabilitasi dan pendampingan kepada keluarga.
Dengan demikian, kebutuhan ABK dapat ditangani secara lebih komprehensif dengan melibatkan lingkungan terdekat mereka. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo