Dampak Kekeringan di Sukoharjo Meluas, BPBD: Cukup Dropping Air Bersih

Iwan Kawul • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 16:17 WIB
Jajaran Polres Sukoharjo dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan, belum lama ini. (DOK. HUMAS POLRES SUKOHARJO)
Jajaran Polres Sukoharjo dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan, belum lama ini. (DOK. HUMAS POLRES SUKOHARJO)

RADARSOLO.COM – Kekeringan yang melanda Kabupaten Sukoharjo hingga kian meluas.

Kendati demikian, Pemkab Sukoharjo belum menaikkan status jadi tanggap darurat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menilai, krisis air bersih masih bisa diatasi dengan dropping.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, kekeringan saat ini belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai tanggap darurat.

Baca Juga: Perkuat Layanan, Sanggar Inklusi Sukoharjo Jangkau 1.060 ABK

Data hingga 28 September, dropping air bersih menyasar Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru.

Bantuan dibagikan ke 17 desa yang terdampak kekeringan. Totalnya mencapai 4.324.000 liter air atau setara 730 tangki.

Dropping tersebut menjangkau 2.204 kepala keluarga (KK) atau 8.053 jiwa. Bantuan air bersih bersumber dari APBD maupun dukungan corporate social responsibility (CSR).

Baca Juga: DPB Triwulan III 2026, KPU Sukoharjo Tetapkan 702.580 Pemilih

Meski distribusi air terus dilakukan, BPBD belum ada sinyal menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan. Diketahui alokasi BTT sekira Rp 7 miliar.

“Semoga tidak digunakan. Artinya, tidak sampai terjadi status tanggap darurat kekeringan,” jelas Ariyanto. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
kemarau panjang BPBD Sukoharjo kekeringan dropping air bersih