Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Panen Raya Jagung, Petani Weru Keluhkan Air Irigasi

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 18:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berinteraksi dengan petani saat panen raya jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Kamis (1/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berinteraksi dengan petani saat panen raya jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Kamis (1/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Persoalan air menjadi keluhan utama petani Desa Karanganyar, Kecamatan Weru.

Di tengah panen raya jagung, petani mengaku keterbatasan pasokan air membuat produktivitas lahan belum optimal.

Terutama saat memasuki musim tanam ketiga.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi, saat panen raya jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Kamis (1/10).

Baca Juga: Jelang Mutasi, Ini Pesan Anggaito ke Anggota Polres Sukoharjo

Petani berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga memastikan ketersediaan air agar lahan tetap produktif.

Perwakilan petani Desa Karanganyar Suyadi Jliteng mengatakan, sumber air menjadi kebutuhan penting.

Dengan ketersediaan air, lahan pertanian tidak hanya dapat ditanami jagung, tetapi juga dikembangkan untuk komoditas hortikultura seperti melon dan semangka.

Baca Juga: Disimpan di Belakang Gudang PT Simponi Sukoharjo, Kabel Tegangan Tinggi Terbakar

Menjawab keluhan tersebut, Luthfi menyatakan pemerintah menyiapkan pembangunan empat sumur dalam di empat titik untuk mendukung kebutuhan air pertanian.

“Empat sumur, empat titik. Ini sudah siap empat titik, siap tahun ini,” kata Luthfi.

Keluhan serupa disampaikan Pitoyo, perwakilan Kelompok Tani Tani Mulyo yang tergabung dalam Gapoktan Krido Dharmo.

Menurutnya, kekurangan air menjadi salah satu faktor yang membuat hasil pertanian belum maksimal.

Kelompoknya memang telah mendapat bantuan sumur gali pada 2025.

Namun, sumur tersebut baru selesai dikerjakan sehingga pemanfaatannya belum optimal. 

“Harapannya nanti dengan bantuan pemerintah ini hasil pertanian bisa meningkat. Kendalanya saat ini adalah air yang menjadi kebutuhan utama para petani. Hasilnya tidak maksimal,” ujar Pitoyo.

Baca Juga: TNI Gadungan Ngaku Pengawal Komandan, Gasak Motor Tetangga Kos di Sukoharjo

Untuk mengatasi kebutuhan air dalam jangka pendek, pemerintah masih melakukan dropping air ke wilayah yang terdampak kekeringan.

Namun, Luthfi menegaskan langkah tersebut hanya menjadi solusi sementara.

Pemerintah akan mendorong pembangunan sumber air permanen agar persoalan kekeringan tidak terus berulang.

“Untuk kondisi saat ini, air sudah kita drop dan akan terus berlanjut. Namun, untuk antisipasi ke depan, saya minta proposalnya segera disampaikan. Sehingga, kalau tahun depan memungkinkan, bisa kami bangun dan persoalan ini tidak terjadi lagi,” ujarnya. (kwl/nik)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
Air Irigasi Weru pertanian sukoharjo Gubernur Jateng Ahmad Luthfi