RADARSOLO.COM - Hati-hari saat membakar sampah, terutama di lingkungan permukiman.
Selain dampak asap yang mengganggu pernapasan, juga berpotensi menyebabkan kebakaran.
Kejadian ini dialami Giyanto, warga Sembungwetan, RT 1/RW 1, Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Senin (5/10).
Akibat membakar sampah sembarangan dan ditinggal pergi, api merambat ke tumpukan jerami di dekat kandang sapi.
Baca Juga: Sumur Bor Selesai Dibangun, Giliran Petani di Baki Sukoharjo Terkendala Modal Tanam
Api yang membara mengancam bangunan rumah dan kandang.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, kebakaran dilaporkan sekira pukul 11.45.
Sebelumnya, sekira pukul 10.00, pemilik rumah membakar sampah lalu meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Balita Stunting di Bulu Sukoharjo Kondisinya Memprihatinkan, PMI Turun Tangan
“Setelah kembali, api terlanjur merambat ke tumpukan jerami. Karena api semakin besar, pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Damkar Sukoharjo,” jelas Margono.
Margono menambahkan, api membakar tumpukan jerami seluas 5 x 5 meter.
Kobaran api juga sempat mengancam rumah di sekitar lokasi.
“Seekor sapi yang berada di kandang berhasil diselamatkan. Sehingga tidak ikut menjadi korban kebakaran,” ujarnya.
Damkar mengerahkan dua unit armada pancar.
Petugas berangkat pukul 11.48 dan tiba di lokasi pukul 11.57, dengan estimasi waktu 10 menit setelah laporan diterima.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Petugas berhasil mengendalikan api, sehingga tidak merembet ke rumah,” jelasnya.
Margono menyebut, tingkat kerusakan objek yang terbakar diperkirakan mencapai 80 persen.
Baca Juga: TNI Gadungan Ngaku Pengawal Komandan, Gasak Motor Tetangga Kos di Sukoharjo
Dari aset yang ditaksir senilai Rp 20 juta, kerugian akibat kebakaran diperkirakan Rp 5 juta.
Petugas damkar membutuhkan sekitar 6.000 liter air untuk pemadaman.
Margono mengingatkan masyarakat agar tidak selalu mengawasi pembakaran sampah. Terutama yang dekat dengan permukiman.
“Jangan meninggalkan api atau pembakaran sampah begitu saja. Pastikan api benar-benar padam setelah selesai digunakan,” tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo