Urus DTSEN hingga Bansos di Sukoharjo Kini Cukup di Rumah Saja, Ada Petugas Dinsos Jemput Bola lewat Pasada

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:37 WIB
Yunia Wahdiyati, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo
Kepala Dinsos Sukoharjo Yunia Wahdiyati. (Iwan Kawul/Radar Solo)
 

RADARSOLO.COM – Pelayanan sosial di Kabupaten Sukoharjo terus didorong agar semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.

Salah satunya melalui inovasi Pelayanan Sosial Selalu Ada (Pasada). Layanan yang dikembangkan Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo ini mengusung konsep jemput bola hingga ke desa.

Kepala Dinsos Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, Pasada merupakan terobosan untuk mendekatkan layanan sosial kepada masyarakat.

Warga tidak harus datang ke kantor dinsos untuk mendapatkan informasi, maupun mengurus kebutuhan administrasi sosial.

Baca Juga: Bakar Sampah Ditinggal Pergi, Nyaris Jilat Rumah dan Kandang Sapi di Mojolaban Sukoharjo

“Pasada ini inovasi pelayanan sosial, agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih dekat, mudah, cepat, dan gratis. Prinsipnya, pelayanan sosial harus hadir di tengah masyarakat,” kata Yunia, Senin kemarin (5/10).

Yunia menambahkan, Pasada bukan sekadar kegiatan pelayanan keliling.

Melainkan dirancang sebagai sarana untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat terkait layanan sosial secara lebih praktis.

Layanan yang diberikan Pasada, di antaranya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Sumur Bor Selesai Dibangun, Giliran Petani di Baki Sukoharjo Terkendala Modal Tanam

Kemudian konsultasi kepesertaan bantuan sosial (bansos) seperti PKH, BPNT, dan KIS. 

Selanjutnya konsultasi dan rekomendasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Termasuk pencetakan surat keterangan DTSEN.

“Data merupakan bagian penting dalam pelayanan sosial. Karena itu, masyarakat bisa menyampaikan dan melakukan pemutakhiran data melalui Pasada. Dengan data yang lebih akurat, intervensi bantuan sosial diharapkan semakin tepat sasaran,” jelasnya.

Yunia menegaskan, Pasada merupakan upaya dinsos dalam mengubah pola pelayanan.

Jika sebelumnya menunggu masyarakat datang ke kantor, kini lebih aktif mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah.

Baca Juga: Balita Stunting di Bulu Sukoharjo Kondisinya Memprihatinkan, PMI Turun Tangan

Pendekatan tersebut dinilai penting, karena masih ada warga yang mengalami keterbatasan akses. Baik karena terkendala jarak, informasi, maupun administrasi.

“Pelayanan sosial harus hadir dengan hati. Kami ingin masyarakat merasakan, bahwa pemerintah hadir ketika mereka membutuhkan pelayanan,” tandasnya.

Melalui Pasada, Dinsos Sukoharjo berharap akses masyarakat terhadap layanan sosial semakin terbuka.

Inovasi tersebut juga bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, gratis, dan humanis. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
pasada pelayanan jemput bola Dinsos Sukoharjo bansos DTSEN