RADARSOLO.COM – Upaya memperkuat perlindungan sosial (perlinsos) di Kabupaten Sukoharjo kini melibatkan banyak unsur.
Bahkan seluruh pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, kini ditetapkan sebagai agen perlinsos.
Bersama sejumlah pilar sosial seperti linmas, hingga jajaran TNI/Polri.
Kepala Dinsos Sukoharjo Yunia Wahdiyati menjelaskan, Kota Makmur menjadi salah satu daerah yang masuk dalam lokus pengembangan agen perlinsos.
Baca Juga: BPIH Haji 2027 Turun, Kemenhaj Tunggu Penetapan Presiden
Program tersebut bagian dari upaya memastikan data dan penerima bantuan sosial (bansos) benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.
“Sukoharjo sudah. Kami menjadi salah satu lokus di antara 258 kabupaten/kota. Seluruh pegawai dinsos sekarang menjadi agen perlinsos,” ujar Yunia.
Menurut Yunia, tidak hanya pegawai dinsos yang dilibatkan.
Sejumlah pilar sosial seperti pendamping program keluarga harapan (PKH), tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), pekerja sosial masyarakat (PSM), hingga taruna siaga bencana (tagana) juga berperan sebagai agen perlinsos.
Baca Juga: Resmi, Andika Dharma Sena Pimpin Polres Sukoharjo Gantikan Anggaito Hadi Prabowo
Tugas utama para agen tersebut, yakni membantu registrasi ulang data perlindungan sosial masyarakat. Sasaran awal fokus pada warga yang selama ini tercatat sebagai penerima bansos.
“Utamanya warga penerima bansos yang menjadi target awal. Mereka akan diregistrasi ulang terkait perlindungan sosial,” jelasnya.
Yunia menegaskan, pelibatan banyak unsur sangat penting agar proses pendataan tidak hanya bertumpu pada dinsos.
Jangkauan agen perlinsos diharapkan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Kerja sama juga dilakukan dengan TNI/Polri. Melalui babinsa dan bhabinkamtibmas, aparat kewilayahan dilibatkan sebagai agen perlinsos.
Mereka membantu proses pendataan dan pemutakhiran informasi masyarakat.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sukoharjo Cukup Tinggi, Sediakan Layanan Pendampingan
“Termasuk TNI dan Polri. Mereka semua menjadi agen perlinsos melalui babinsa dan bhabinkamtibmas. Terutama di wilayah masing-masing,” beber Yunia.
Selain itu, dinsos juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas), kader PKK, kader posyandu, serta berbagai unsur lainnya.
Sebab mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, sehingga dapat membantu mengidentifikasi kondisi sosial secara lebih cepat.
Semakin banyaknya agen perlinsos di tingkat bawah, dinsos berharap data penerima manfaat semakin akurat.
Di sisi lain, masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan intervensi sosial diharapkan tidak terlewat dari pendataan.
“PKK, ormas, kader posyandu dan lainnya juga bisa menjadi agen perlinsos,” tandas Yunia. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo