Angka Kemiskinan Ekstrem Sukoharjo Turun, Bidik Intervensi Tepat Sasaran

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:41 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sidak proyek rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari intervensi angka kemiskinan. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sidak proyek rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari intervensi angka kemiskinan. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sukoharjo tak cukup hanya mengandalkan bantuan.

Pemerintah daerah dituntut memastikan setiap program benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Mulai dari identifikasi nama dan alamat hingga penentuan solusi sesuai persoalan yang dihadapi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menegaskan, percepatan penanganan kemiskinan ekstrem menjadi perhatian serius Pemkab Sukoharjo.

Baca Juga: Hendak Wudu Terpeleset, Wanita Paro Baya Tercebur Sumur di Bendosari Sukoharjo

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) bersama pihak terkait dilibatkan untuk mengidentifikasi persoalan warga miskin sekaligus menentukan bentuk intervensi yang tepat.

Salah satu program yang dijalankan adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi tempat tinggal warga sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pendaftaran Pilkades Serentak 2026 di Sukoharjo Ditutup, 383 Pendaftar di 126 Desa

“Harus jelas sasaran siapa warga miskin, nama dan alamat rumahnya. Jelas persoalan kemiskinan yang dihadapi dan solusi penanganannya. Dengan demikian, Pemkab Sukoharjo bisa melakukan intervensi secara tepat, termasuk menentukan program bantuan yang dibutuhkan,” ujar Sapto belum lama ini.

Menurut dia, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar program penanggulangan kemiskinan tidak sekadar berjalan sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Konsistensi pelaksanaan program juga diperlukan agar angka kemiskinan ekstrem terus ditekan hingga akhir 2026.

Sapto menyebutkan, angka kemiskinan ekstrem di Sukoharjo tercatat 2,52 persen pada 2020.

Berdasarkan data akhir 2025, angka tersebut turun menjadi 0,23 persen.

Baca Juga: Panasi Sayur Ditinggal Pergi, Rumah di Baki Sukoharjo Ludes Terbakar

Meski demikian, perkembangan data perlu terus dicermati agar kebijakan dan bantuan yang disalurkan tetap sesuai dengan kondisi warga di lapangan.

“Data ini dinamis. Tinggal bagaimana kita konsisten melakukan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem bersama. Seperti yang dilakukan Baznas Sukoharjo dengan menyalurkan bantuan rehabilitasi RTLH,” imbuhnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
angka kemiskinan Rehab RTLH sukoharjo