Menko Zulhas Kunjungan ke Sukoharjo, Peran KDMP Sebagai Distributor Barang Subsidi Jadi Perhatian

Iwan Kawul • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:28 WIB
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kunjungan ke KDMP Desa Menuran, Baki, Sukoharjo, Selasa (13/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kunjungan ke KDMP Desa Menuran, Baki, Sukoharjo, Selasa (13/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Selain menggerakkan ekonomi desa, Menteri Koordinator (Menko) Zulkifli Hasan (Zulhas) menempatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai simpul distribusi bantuan pemerintah dan barang bersubsidi.

Hal ini disampaikan Zulhas saat kunjungan kerja ke tiga KDMP di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10).

Zulhas menjelaskan, sudah menerbitkan surat edaran agar gubernur, bupati, hingga panglima daerah militer (pangdam) ikut memeriksa keberadaan dan operasional KDMP di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Kunjungi Sukoharjo, Menko Zulhas Klaim KDMP Hadir untuk Menangkal Tengkulak di Desa

Pemeriksaan itu, diperlukan untuk memastikan barang bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.

Berbagai komoditas dan program yang menjadi perhatian meliputi bantuan pangan, beras subsidi, pupuk subsidi, LPG 3 kilogram, bantuan pendidikan dan beasiswa mahasiswa, hingga Program Keluarga Harapan (PKH).

“Pendek kata, urusan pemerintahan ada di Kopdes. Jadi Kopdes ini bukan warung, buka toko. Dia sebagai infrastruktur pemerintah, satu desa satu, agar tepat sasaran,” tandasnya. 

Zulhas menilai persoalan ketepatan sasaran bantuan masih menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga: 8.523 Kopdes Merah Putih Terbentuk di Jateng, Menko Zulhas dan Gubernur Luthfi Tinjau Sukoharjo

Dia mengklaim berdasarkan riset yang dimilikinya, sekitar separuh bantuan pemerintah belum tepat sasaran.

Karena itu, keberadaan KDMP diharapkan dapat memperbaiki distribusi sekaligus memperkuat pengawasan penyaluran bantuan. 

Di sisi lain, koperasi juga diproyeksikan berperan sebagai offtaker, yakni pihak yang menyerap hasil produksi masyarakat.

Peran tersebut diharapkan membuka akses pasar bagi produk lokal dan memberikan kepastian penyerapan hasil usaha warga desa.

Meski demikian, Zulhas mengingatkan bahwa seluruh fungsi tersebut tidak bisa langsung berjalan optimal dalam waktu singkat.

Baca Juga: Diperiksa KPK Berjam-jam, Sekda Sukoharjo Hanya Dicecar Dua Pertanyaan soal Kasus Etik Suryani

Penguatan koperasi membutuhkan kerja keras, kebersamaan, dan perubahan pola pikir masyarakat agar lebih berani mengembangkan usaha.

“Ini perlu waktu, usaha, kerja keras, perlu kebersamaan. Merubah masyarakat kita menjadi sedikit entrepreneur tidak gampang juga, perlu waktu,” pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
barang subsidi KDKMP zulhas KDMP zulkifli hasan