Sampah Menggunung, Ramai-Ramai Bersihkan Dam Bedodo Sukoharjo

Iwan Kawul • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:28 WIB
Ratusan relawan bersama TNI/Polri bersihkan Dam Bedodo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Minggu pagi (18/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Ratusan relawan bersama TNI/Polri bersihkan Dam Bedodo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Minggu pagi (18/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Tumpukan sampah kayu dan bambu yang menggunung, menutup hampir seluruh aliran sungai Dam Bedodo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Mencegah potensi bencana banjir saat musim penghujan tiba, pembersihan dilakukan, Minggu pagi (18/10).

Kegiatan ini melibatkan ratusan relawan TNI/Polri, dan masyarakat.

Pembersihan Dam Bedodo dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Wakil Ketua DPRD Joko Nugroho, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat Gatak.

Baca Juga: Gerebek Tambang Ilegal di Tawangsari Sukoharjo, Ciduk Seorang Pelaku, 3 Alat Berat Dikandangkan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, kegiatan ini bagian upaya mengurangi risiko bencana. 

Terutama menghadapi potensi peningkatan debit air saat curah hujan tinggi.

Tumpukan material kayu dan bambu yang terbawa aliran sungai, menyumbat bagian bawah jembatan Dam Bedodo.

Kondisi tersebut diperparah sedimentasi yang cukup tebal di bawah dam. 

Baca Juga: Oknum LSM Diduga Terseret Kasus Tambang Galian C Ilegal di Tawangsari Sukoharjo

“Sampah dan material yang menyumbat aliran sungai diangkat. Ini diharapkan mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai,” kata Ariyanto.

Eko Sapto Purnomo yang terjun ke lokasi menegaskan, pembersihan sungai secara berkala penting dilakukan. Supaya tumpukan sampah tidak menyumbat aliran air sungai.

“Terpenting secara periodik membersihkan tumpukan-tumpukan (sampah) ini. Terima kasih, kami bersama-sama warga ikut tanggap bencana,” imbuhnya.

Menurut Sapto, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam upaya mitigasi bencana.

Gerakan swadaya warga dinilai perlu diperluas, agar kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tidak hanya bergantung pada pemerintah.

“Ini satu kekuatan organik. Swadaya dari masyarakat yang bisa digunakan untuk memitigasi risiko dalam menghadapi musim hujan,” katanya.

Baca Juga: Pilkades Serentak 2026 Desa Blimbing Sukoharjo Disorot, 12 Pendaftar tapi hanya 2 Calon Berkasnya Lengkap

Sapto berharap kegiatan serupa digalakkan di berbagai wilayah.

Kesadaran menjaga lingkungan, terutama sungai, perlu dibangun secara berkelanjutan, agar potensi penyumbatan aliran sungai bisa diantisipasi sejak dini.

“Ini perlu terus diperluas, menjadi gerakan seluruh masyarakat untuk menjaga kekuatan kita,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
dam bedodo blimbing sampah menggunung sukoharjo gatak