RADARSOLO.COM – Penderita hipertensi tak hanya dialami kelompok dewasa dan lanjut usia (lansia).
Bahkan pelajar pun ada yang mengidap hipertensi.
Temuan ini sesuai hasil skrining Puskesmas Bendosari, Kabupaten Sukoharjo di lingkungan sekolah.
Kepala Puskesmas Bendosari Romdon Nugroho menjelaskan, skrining hipertensi menyasar pelajar jenjang SMP dan SMA, belum lama ini.
Baca Juga: Mencekam! Sempat Melawan Pakai Busur, Pelaku Pembakaran Warung Mie Babi di Sukoharjo Didor Polisi
Sebagian dari mereka diketahui memiliki tekanan darah tinggi, meski sebelumnya tidak mengeluhkan gangguan kesehatan.
“Ketika kami skrining di sekolah, ada temuan pelajar dengan tekanan darah tinggi. Kendalanya tidak semua pelajar yang terdeteksi, rutin berobat atau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Romdon di sela Forum Konsultasi Publik (FKP) di Puskesmas Bendosari, Selasa (20/10).
Romdon mengaku, hipertensi yang tidak terdeteksi dan tidak terkelola dengan baik berisiko menimbulkan komplikasi serius di kemudian hari.
Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko kerusakan organ, termasuk ginjal. Sehingga pasien berpotensi membutuhkan pengobatan lanjutan dengan biaya besar.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Geger Penggerebekan di Purbayan Sukoharjo
“Kalau hipertensi tidak terkelola, nanti bisa menjadi beban negara. Apalagi jika sudah sampai komplikasi, yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut, termasuk cuci darah. Biayanya tentu sangat mahal,” bebernya.
Penanggung Jawab Klaster III Dewasa dan Lansia Puskesmas Bendosari Najib Rendra menambahkan, faktor keturunan menjadi salah satu yang perlu diperhatikan pada kasus hipertensi. Terutama yang ditemukan pada anak atau pelajar.
Menurut Najib, anak dengan riwayat keluarga hipertensi bisa saja tidak merasakan keluhan, meskipun tekanan darahnya tinggi.
Kondisi tersebut membuat skrining menjadi penting, agar potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal.
“Kalau pada anak-anak, salah satu faktor yang sering kami perhatikan adalah keturunan. Biasanya mereka tidak mengalami keluhan. Tetapi ketika diskrining, tekanan darahnya ternyata tinggi,” ungkapnya.
Temuan hipertensi pada pelajar perlu ditindaklanjuti, melalui pemeriksaan dan evaluasi tenaga kesehatan.
Baca Juga: Gencarkan Sosialisasi Pemilih, KPU Sukoharjo Gandeng Mahasiswa dan Disabilitas
Dengan begitu kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut, hingga berisiko menimbulkan komplikasi ketika anak beranjak dewasa.
Romdon mengatakan, upaya penanganan hipertensi tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan.
Puskesmas Bendosari juga memperkuat langkah promotif dan preventif melalui skrining aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan pasien agar patuh menjalani pengobatan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui inovasi Optimalisasi Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi (OKE PASTI).
Baca Juga: Sambangi Gereja, Kapolres Sukoharjo Perkuat Dialog dan Jamin Keamanan Beribadah
Program ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan pasien hipertensi menjalani pengobatan secara teratur.
Langkah itu penting, mengingat kondisi geografis Bendosari yang berbatasan dengan kabupaten lain.
Jarak tempat tinggal dan akses menuju puskesmas menjadi salah satu tantangan bagi sebagian pasien untuk rutin memeriksakan diri.
“Harapannya, seluruh pasien hipertensi terkelola dengan baik, tetap hidup optimal, dan tidak sampai mengalami komplikasi. Karena sebenarnya bisa dicegah melalui deteksi dini dan pengobatan teratur,” beber Romdon. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo