Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penerapan Void Jadikan Rumah lebih Luas, Utamakan Fungsi agar Maksimal

Damianus Bram • Sabtu, 10 September 2022 | 19:00 WIB
SIRKULASI LANCAR: Void mengalirkan udara dan cahaya matahari ke seluruh ruangan. (SPOA ARCHITECTURE FOR JAWA POS)
SIRKULASI LANCAR: Void mengalirkan udara dan cahaya matahari ke seluruh ruangan. (SPOA ARCHITECTURE FOR JAWA POS)
RADARSOLO.ID - Void menjadikan hunian bertingkat terlihat lebih luas dan megah. Selain itu memberikan jalur sirkulasi udara dan cahaya ke dalam hunian. Alhasil, pencahayaan dan penghawaan alami bisa lebih menyeluruh. Nah, apa void itu?

Void berfungsi sebagai penghubung antar elevasi lantai. Void adalah salah satu elemen dalam suatu bangunan berupa ruang kosong terbuka. Letaknya di antara lantai satu dan lantai dua. Atau antarlantai seterusnya.

Ruang kosong ini seakan-akan menjadi penghubung dari dua elevasi lantai. Fungsinya, secara psikologis, void mampu memberikan kesan luas dan menyatu pada hunian atau bangunan. Khususnya yang punya elevasi lebih dari satu lantai.

”Dengan adanya void ini kesan luas juga muncul. Karena bentangannya dalam suatu pandangan semakin besar. Akan memberikan dampak psikologis terkait keluasan ruangan tersebut,” ungkap desainer Interarch.id Zia Ghifari kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (9/9).

Fungsi lainnya, void juga sebagai jalur sirkulasi udara dan cahaya di dalam hunian. Dengan void yang menghubungkan dua lantai atau lebih, pencahayaan alami yang biasanya terletak di sekitar void bakal lebih menyeluruh dari bangunan. Begitu juga dengan sirkulasi udara. Void bisa mengalirkan udara secara optimal melalui konsep cross ventilation. Jika meletakkan jalur sirkulasi seperti ventilasi atau jendela di area void.

”Nah, void biasanya diletakkan di area yang sifatnya nonprivat. Atau area umum. Kalau di hunian bisa di ruang keluarga. Menyatukan ruang keluarga di bawah dengan ruangan umum di lantai 2. Misalnya, ada ruang baca atau ruang kumpul di atas. Jadi void tidak terletak di ruang privat. Minim kemungkinan ada void di atas kamar. Karena sifatnya privat. Sedangkan void mengarah pada keleluasaan yang menyebabkan area lebih terbuka. Kurang cocok dengan konsep privat pada kamar,” bebernya.

Soal bagaimana mengaplikasikan void yang ideal, Zia menyebut wajib merujuk pada fungsi void itu diterapkan di sebuah hunian. Pemilik hunian harus menyesuaikan peletakan void dengan keadaan lingkungan atau ruang-ruang sekitarnya. Artinya, perhatikan kondisi hunian terlebih dahulu sebelum menerapkan void.

”Karena perlu kita ketahui saat kita membuat void artinya kita membuat lubang ruangan kosong. Yang mana itu tidak bisa kita fungsikan sebagai sirkulasi manusia. Karena kan bentuknya lubang. Kita tidak bisa jalan atau menaruh furnitur di situ. Itu merupakan bentuk connecting. Jadi ibaratnya ruang kosong ini seperti ruang imajiner. Nah, sehingga saat kita mengaplikasikan void, luasan dari bangunan tersebut akan berkurang,” jelasnya.

Nah, berkurangnya luasan ini, lanjut Zia, bagi beberapa pemilik hunian menjadi nilai minus. Karena ada pemilik hunian yang menyukai bangunan sifatnya full. Bisa digunakan sepenuhnya untuk beragam aktivitas. Sehingga saat kita mau membuat void, tentukan dulu void ini fungsinya mau apa.

”Misalnya mau mengoptimalkan sirkulasi udara atau pencahayaan tadi. Void bisa dibuat dengan ukuran yang secukupnya sewajarnya. Tidak perlu terlalu lebar, tapi jangan terlalu kecil. Kalau kecil malah jadi mengganggu. Kesannya seperti ada lubang yang tidak ada fungsinya,” tandasnya. (aya/adi) Editor : Damianus Bram
#Void #desain rumah #Penerapan Void #Desainer Interarch.id #Void Rumah #Interarch.id