Seiring kemajuan teknologi, berbagai inovasi muncul dari ide-ide kreatif para pelajar. Salah satunya, prosthetic hand. Diciptakan untuk membantu para penyandang disabilitas. Robot tangan ini menggunakan beberapa komponen sederhana.
Prototipe lengan robot ini dibuat menggunakan 3D printer. Adapun komponennya terdiri dari arduino sebagai microcontroller, servo, push button, resistor, dan jumper wire.
“Mulai dari desain hingga perakitan, semuanya dikerjakan siswa. Setelah desain jadi, langsung diproses menggunakan 3D printer. Karena membuatnya harus per komponen dulu, baru dirakit,” ungkap guru pembimbing produk kreativitas SMK tersebut Triyanto.
Proses pengolahan kode atau coding juga masih sangat sederhana. Jika ditekan sensornya, jari-jari robot otomatis menggenggam. Jika ditekan lagi, kembali membuka.
“Tangan robot ini bisa mengangkat beban 5 kilogram (kg). Bisa digerakkan memutar juga. Karena di bagian pergelangan tangannya ada motor penggerak. Dapat berputar, meskipun tidak 180 derajat,” imbuhnya.
Triyanto mengaku tidak membutuhkan waktu lama dalam pembuatan prosthetic hand. Dia bersama siswanya, hanya memakan waktu sekira dua bulan. Bulan pertama untuk riset dan perencanaan. Kemudian bulan kedua untuk proses produksi.
Ditanya material bodi prosthetic hand, Triyanto menyebut bahan dasarnya polylactid acid (PLA) filament. Robot ini merupakan versi kedua, hasil penyempurnaan prosthetic hand sebelumnya. Bedanya sekarang, bentuknya lebih proporsional. Selain itu, genggamannya jauh lebih kuat.
“Versi dua ini sedikit lebih berat. Karena ditambah beberapa komponen untuk menggerakkan telapak tangan ke kiri dan kanan. Ke depan akan kami sempurnakan lagi supaya lebih ringan,” bebernya.
Berbahan dasar PLA filament, biaya produksi robot ini bisa dipangkas. Sehingga tidak terlalu menguras kantong disabilitas yang ingin menggunakannya. Ke depan, akan menggandeng rumah sakit agar dapat menyempurnakan inovasi tersebut.
“Kalau besar-kecilnya ukuran tangan robot, harus berkolaborasi dengan rumah sakit. Menyesuaikan kebutuhan pasien. Produk ini masih dalam penyempurnaan,” tandasnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram