Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Biopot Ramah Lingkungan dari Pelepah Pisang, Solusi Asyik Reduksi Plastik 

Damianus Bram • Sabtu, 6 Mei 2023 | 17:00 WIB
GO GREEN: Biopot dari bahan dasar pelepah pisang yang ramah lingkungan. (DOK. PRIBADI)
GO GREEN: Biopot dari bahan dasar pelepah pisang yang ramah lingkungan. (DOK. PRIBADI)
RADARSOLO.COM - Penggunaan plastik yang berlebihan bisa berakibat buruk bagi lingkungan. Mengingat sampah atau limbah plastik sulit terurai. Mengurangi penggunaan plastik, siswa SMA swasta di Solo membuat biopot dari bahan dasar pelepah pisang.

Harus diakui, masyarakat pecinta tanaman hias lebih memilih menggunakan pot dari bahan plastik. Selain ringan, juga harganya murah. Tapi ingat, penggunaan plastik secara masif bisa menimbulkan polusi bagi lingkungan.

Inilah yang mendasari Reizar Revalino Rakyananta Prabowo dkk, siswa salah satu SMA swasta di Solo dalam membuat biopot pelepah pisang. Bahan dasar pelepah didapat dari para petani pisang, yang bisanya memotong batangnya setelah panen.

Pelepah pisang cocok dikreasikan menjadi biopot, karena seratnya cukup kuat. Mampu menahan beban jika diisi tanah untuk pembibitan tanaman.

“Pelepah pisang memiliki kandungan selulosa cukup tinggi. Bisa digunakan sebagai bahan penyerap air untuk budi daya tanaman hias,” terang siswa kelas X tersebut.

Photo
Photo
INOVASI: Guru dan para siswa yang membuat produk biopot pelepah pisang. (DOK. PRIBADI)

Sifat pelepah pisang yang mudah terurai, diklaim meminimalkan pencemaran tanah. Tidak seperti pengunaan plastik dalam budi daya tanaman, ambil contoh polybag. Berbahan dasar alami, biopot sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tambahan.

“Limbah pelepah pisang banyak mengandung nitrogen, salah satu unsur penting dalam pertumbuhan tanaman. Selain itu juga ramah lingkungan. Paling utama mengurangi penggunaan plastik,” imbuhnya.

Revalino membeberkan cara pembuatan biopot dari pelepah pisang. Diawali dengan mencacah pelepah menjadi potongan kecil, hingga terlihat seratnya. Kemudian serat itu direndam dengan air, dicampur tepung kanji. Setelah adonan jadi, lalu dicetak menjadi biopot.

“Setelah dicetak masuk tahap pengeringan. Cukup dijemur di bawah terik matahari, sekira 3-4 hari hingga kering sempurna,” bebernya.

Koordinator kegiatan karya ilmiah remaja SMA setempat Nasrudin menambahkan, inovasi tersebut merupakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Mengusung tema pemanfaatan limbah untuk pembuatan karya.

“Waktu pembuatan cukup lama. Baik dari penyusunan ide, pembuatan prototipe, hingga realisasi produk. Jika ditotal butuh waktu sekira tiga pekan,” ujarnya.

Sementara itu, kepala SMA setempat Sutana mengaku karya inovasi tersebut murni dari ide segar para siswa. Salah satu karya dari projek rekayasa teknologi siswa kelas X.

“Semoga inovasi tersebut menumbuhkan kreativitas dan kompetensi siswa dalam menciptakan hal-hal baru. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar,” paparnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#pelepah pisang #Reduksi Plastik #Biopot Ramah Lingkungan #Biopot #Reizar Revalino Rakyananta Prabowo