AC poprtable tersebut merupakan kreasi Khanza Aurellia Riesma, Arfian Robani Nugroho, Arif Amin Udin, Aurel Keyza Prayudha, Junita Zara Adelia, dan Nur Latifa Maharani. Dibuat dari barang bekas tak terpakai. Meski sederhana dan biaya pembuatan murah, namun efektif mereduksi hawa panas di musim kemarau. Selain itu, juga hemat listrik.
“AC portable ini efektif memberikan hawa dingin di cuaca yang panas seperti saat ini. Kami menggunakan bahan-bahan bekas dengan biaya yang sedikit. Namun bisa memberikan manfaat yang sama dengan pendingin ruangan pada umumnya,” kata Khanza Aurellia, Jumat (19/5/2023).
Bahan-bahan yang digunakan seperti kardus dan kipas bekas. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekira satu pekan. Mulai dari penentuan ide, hingga eksekusi produk.
“Sebenarnya proses merancang AC portable itu sebentar. Justru yang lama itu merealisasikan idenya menjadi bentuk nyata. Semua komponen yang ada kami gabungkan dengan komponen lainnya,” imbuh Khanza.
Cara kerja AC portable tersebut sangat sederhana. Jika ingin angin yang keluar jauh lebih dingin, tinggal memasukkan es batu pada wadah yang telah disediakan. Sedangkan sumber energi dari AC portable ini menggunakan arus listrik DC.
“Hembusan angin yang keluar suhunya rendah. Seprti hembusan angin dari AC ruangan. Dari uji coba kemarin, banyak yang bilang hawa dinginnya terasa sekali,” beber Khanza.
Keunggulan produk AC portable ini, lanjut Khanza, tidak menghasilkan polutan yang bisa merusak lingkungan. Selain itu hemat biaya dan hemat listrik. Karena komponen yang digunakan mayoritas dari barang bekas.
“Selain biaya lebih murah, AC portable ini bisa dibawa kemana-mana. Menggunakan barang bekas, biaya pembuatannya sangat murah. Namun manfaatnya hampir setara AC ruangan pada umumnya,” bebernya.
Kendati demikian, masih ada kelemahan dari AC portable ini. Kekuatan hembusan angin yang keluar relatif kecil. Mengingat kipas yang digunakan ukurannya juga minimalis. Tidak sebesar AC ruangan.
“Penggunaannya relatif bersifat individual. Ke depan kami akan mengembangkannya lebih baik lagi. Mungkin dari segi desain hingga kegunaannya,” ujar Khanza. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram