Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Karya Siswa SMA di Solo: AC Portable dari Bahan Bekas, Murah dan Hemat Listrik

Damianus Bram • Sabtu, 20 Mei 2023 | 18:00 WIB
MINIMALIS: AC portable kreasi para siswa salah satu SMA swasta di Kota Solo yang terbuat dari barang bekas. Foto bawah, AC portable menggunakan kipas bekas PC atau laptop. (DOK PRIBADI)
MINIMALIS: AC portable kreasi para siswa salah satu SMA swasta di Kota Solo yang terbuat dari barang bekas. Foto bawah, AC portable menggunakan kipas bekas PC atau laptop. (DOK PRIBADI)
RADARSOLO.COM - Memasuki musim kemarau, suhu udara di siang hari terasa panas. Penggunaan AC alias pendingin ruangan, justru menimbulkan efek rumah kaca yang buruk bagi lingkungan. Tapi tenang, para siswa salah satu SMA swasta di Kota Solo punya solusinya. Berupa AC portable yang terbuat dari bahan bekas.

AC poprtable tersebut merupakan kreasi Khanza Aurellia Riesma, Arfian Robani Nugroho, Arif Amin Udin, Aurel Keyza Prayudha, Junita Zara Adelia, dan Nur Latifa Maharani. Dibuat dari barang bekas tak terpakai. Meski sederhana dan biaya pembuatan murah, namun efektif mereduksi hawa panas di musim kemarau. Selain itu, juga hemat listrik.

“AC portable ini efektif memberikan hawa dingin di cuaca yang panas seperti saat ini. Kami menggunakan bahan-bahan bekas dengan biaya yang sedikit. Namun bisa memberikan manfaat yang sama dengan pendingin ruangan pada umumnya,” kata Khanza Aurellia, Jumat (19/5/2023).

Bahan-bahan yang digunakan seperti kardus dan kipas bekas. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekira satu pekan. Mulai dari penentuan ide, hingga eksekusi produk.

“Sebenarnya proses merancang AC portable itu sebentar. Justru yang lama itu merealisasikan idenya menjadi bentuk nyata. Semua komponen yang ada kami gabungkan dengan komponen lainnya,” imbuh Khanza.

Cara kerja AC portable tersebut sangat sederhana. Jika ingin angin yang keluar jauh lebih dingin, tinggal memasukkan es batu pada wadah yang telah disediakan. Sedangkan sumber energi dari AC portable ini menggunakan arus listrik DC.

“Hembusan angin yang keluar suhunya rendah. Seprti hembusan angin dari AC ruangan. Dari uji coba kemarin, banyak yang bilang hawa dinginnya terasa sekali,” beber Khanza.

Keunggulan produk AC portable ini, lanjut Khanza, tidak menghasilkan polutan yang bisa merusak lingkungan. Selain itu hemat biaya dan hemat listrik. Karena komponen yang digunakan mayoritas dari barang bekas.

“Selain biaya lebih murah, AC portable ini bisa dibawa kemana-mana. Menggunakan barang bekas, biaya pembuatannya sangat murah. Namun manfaatnya hampir setara AC ruangan pada umumnya,” bebernya.

Kendati demikian, masih ada kelemahan dari AC portable ini. Kekuatan hembusan angin yang keluar relatif kecil. Mengingat kipas yang digunakan ukurannya juga minimalis. Tidak sebesar AC ruangan.

“Penggunaannya relatif bersifat individual. Ke depan kami akan mengembangkannya lebih baik lagi. Mungkin dari segi desain hingga kegunaannya,” ujar Khanza. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#ac #Karya Siswa SMA #Pendingin ruangan #AC Portable #Bahan Bekas