RADARSOLO.COM - Aplikasi lokal Elaelo jadi viral, karena disebut-sebut sebagai pengganti X (dulu Twitter) yang akan diblokir Pemerintah Indonesia.
Elaelo dengan logo burung Garuda Pancasila itu pun belakangan ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial.
Bahkan Elaelo yang dinarasikan sebagai pengganti X/Twitter itu sempat menjadi trending topik pada Senin (17/6) siang.
Sayang, banyak netizen yang mengungkapkan kekecewaan saat mencoba aplikasi lokal dengan alamat situs elaelo.id tersebut.
Pantauan radarsolo.com pada Senin (17/6)sore, situs Elaelo bahkan sudah ditangguhkan dan tak bisa diakses.
"This Account Has Been Suspended," demikian keterangan dalam laman elaelo.id.
Pengalaman Netizen yang Berhasil Akses Elaelo
Sebelumnya, ada sejumlah netizen yang sudah berhasil mengakses Elaelo.
Seperti yang diungkapkan pemilik akun @kenapagituyakk.
Akun itu mengunggah tangkapan layar dari halaman lini masa situs Elaelo.
Dari tangkapan layar itu, tampak tata letak dari tiap elemen pada Elaelo mirip dengan X.
Padahal, Elaelo tak ada keterkaitan sama sekali dengan platform medsos kepunyaan Elon Musk tersebut.
Akun @kenapagituyakk pun memberikan kritikan jika situs Elaelo seperti menjiplak sisi tampilan X.
"Pemerintah mau gantiin Twitter pake Elaelo. UI nya sendiri pake tekni Amati Tiru Plek-ketiplek. Bahasa yang dipake ini ngawur cik, masa ada tab "Lambe" kan aneh ya," tulis akun tersebut.
Selain itu, masih banyak kritikan dan kekecewaan yang disampaikan netizen terkait Elaelo.
Situs Tak Jelas Tujuannya
Terpisah, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyampaikan, Elaelo jadi situs yang tak jelas maksud dan tujuannya.
Dia pun mempertanyakan narasi-narasi yang menyebut Elaelo milik pemerintah.
"Domainnya saja tidak secure. Owner-nya dicari Aksara Digital," ujar dia.
Alfons pun menyebut gap yang terlalu jauh jika Elaelo akan menggantikan X/Twitter di Indonesia.
"Seperti ikan lohan mau ganti ikan paus," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tak mudah untuk menggantikan sebuah platform medsos.
Dia memberi contoh, Threads bikinan Mark Zuckerberg saja hingga kini belum mampu menggeser X.
Sehingga memang tidak mudah membuat satu aplikasi menggantikan aplikasi yang sudah ada.
Butuh keseriusan untuk membuat platform medsos yang aman dan nyaman untuk pengguna.
Alfons menyebut, hal paling sulit adalah membuat platformnya berjalan dan bisa menampung ratusan juta user.
"Bakar uangnya bertahun-tahun dan bisa survive tanpa penghasilan," ucap dia.
Di sisi lain, soal pemerintah yang mengancam akan memblokir X/Twitter karena konten pornografi, Alfons pun menyepakati hal itu.
Jika memang nantinya X diblokir, dia pun menyebut, masyarakat atau netizen Indonesia mungkin akan bergeser ke Threads.
Atau mereka tetap mengakses X melalui VPN atau sejenisnya.
"Memang pemerintah harus tegas dalam hal ini (sikapi pornografi,Red), saya setuju," tandas dia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria