Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

StuntApps, Aplikasi Deteksi Dini Terhadap Stunting Buatan Mahasiswa: Hadirkan Fitur Skrining, Edukasi Lengkap, hingga Konsultasi

Fauziah Akmal • Minggu, 2 Februari 2025 | 01:44 WIB
TERBAIK: Inovasi StuntApps karya tiga mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Teknik Informatika UMS diganjar medali emas Global Youth Innovators Competition 2024 di Semarang.
TERBAIK: Inovasi StuntApps karya tiga mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Teknik Informatika UMS diganjar medali emas Global Youth Innovators Competition 2024 di Semarang.

RADARSOLO.COM - Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Kelurga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo, terdapat 1.500 anak mengalami stunting pada 2024.

Berawal dari permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa menggagas aplikasi deteksi dini stunting. Namanya StuntApps.

Inovasi prototipe aplikasi StuntApps ini hasil karya mahasiswa Kesehatan Masyarakat dan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Mereka adalah Marissa Usie Shania Devi, Salsabila Khoirun Nisa, dan Dizzo Violeta. Mereka di bawah bimbingan dosen Windi Wulandari.

Menurut Marissa, kasus stunting pada anak bukan hanya disebabkan kekurangan asupan gizi. Ada sejumlah faktor lain yang memicu stunting. Salah satunya sanitasi lingkungan.

Marissa dkk mendapati fakta di lapangan, hanya 27 persen orang menyadari higienitas dan sanitasi yang buruk bisa menyebabkan stunting.

“Kami berdiskusi dengan salah satu anggota tim dari informatika, lalu mengangkat permasalahan ini. Kami mengintegrasikan antara deteksi dini stunting dan izin investasi. Ini sebagai salah satu cara untuk mendeteksi stunting lebih awal,” kata Marrisa yang juga ketua tim penelitian.

Sanitasi yang buruk, lanjut Marissa, bisa memicu infeksi saluran pencernaan seperti diare. Sehingga bisa memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena infeksi menghambat proses penyerapan nutrisi pada anak.

Dari sinilah tercipta prototipe StuntApps yang dilengkapi dengan berbagai fitur. Di antaranya fitur skrining, konsultasi, edukasi, serta kuis pada home bar.

Terkait fitur edukasi, menyasar ibu maupun calon ibu. Aplikasi ini dinilai efektif, sebagai langkah preventif terhadap kasus stunting pada anak.

Sementara pada bagian bottom bar, terdapat fitur time reminder dan profil pemilik akun.

Efektivitas inovasi ini berbuah medali emas pada Global Youth Innovators Competition 2024 di Kota Semarang.

Dari kompetisi itu, mereka mendapat saran dari dewan juri. Supaya aplikasi itu ke depannya lebih disempurnakan.

Di antaranya penambahan fitur kamera, hingga dilengkapi teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Hanya saja, masukan dari dewan juri tersebut diklaim kurang realistis. 

“Karena untuk mengukur stunting tidak bisa berdasarkan gambar saja. Tetapi ada pengukuran lainnya. Terus ada masukan lagi pakai AI. Mungkin kalau pakai AI, tetap harus memasukkan database seperti tinggi badan dan sebagainya,” sambung anggota tim Dizzo.

Sementara itu, inovasi ini mendapat apresiasi dari dosen pembimbing Windi Wulandari.

Menurut Windi, ide inovatif mahasiswanya sangat membantu tenaga pendidik dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Harapan saya, StuntApps ini bisa dikembangkan lagi. Mereka bisa berkarya lebih bagus lagi. Kemudian bisa menjadi contoh untuk mahasiswa lainnya, maupun adik-adik tingkatnya. Sehingga nanti makin banyak yang mengikuti ajang-ajang perlombaan, baik nasional maupun internasional,” harapnya. (zia/fer/dam)

Editor : Damianus Bram
#StuntApps #deteksi dini #stunting #DP3AP2KB Kota Surakarta #Aplikasi #UMS