RADARSOLO.COM - Baterai lithium bekas biasanya berakhir di tempat pembuangan sampah. Karena potensi kebocoran bahan kimia beracun dan risiko kebakaran cukup tinggi.
Tapi di tangan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS), baterai lithium bekas direkondisi menjadi RenewCell.
Sebagai sumber energi penerangan jalan umum (PJU), serta motor dan sepeda listrik.
RenewCell ini hasil karya Ilham Dwi Rahayu, Aflahal Fahmi, Ikrar Gawanusa Bhakti, dan Ryandanu Wahyu Ersatama. Di bawah bimbingan dosen Agus Ramelan.
“RenewCell merupakan rekondisi baterai lithium bekas. Kami merekondisi baterai lithium untuk energi sistem storage di penerangan jalan umum. Bisa juga dipakai untuk penyimpanan energi pada motor dan juga sepeda listrik,” jelas Ilham.
Proses pembuatan RenewCell meliputi berbagai tahapan. Mulai dari pengujian internal resistance (IR test), proses charging and discharging, proses welding, pemasangan battery management system (BMS), pembuatan 3D case, hingga pengujian modul baterai melalui alat chroma.
“Kami mulai masuk ke proses rekondisi. Nah, baterai modul pack kami pisahkan sel-selnya. Lalu kami uji menggunakan alat IR test,” sambung Alfahal Fahmi.
Saat proses charging, kapasitas baterai harus sesuai dengan data sheet. Setelah itu, dilakukan perakitan pack baterai atau proses welding. Supaya baterai bentuknya lebih rapi dan menarik.
“Setelah kami lakukan spot welding, selanjutnya memasang BMS. Ini digunakan untuk melindungi baterai dari kerusakan dan juga kegagalan,” papar Ryandanu Wahyu Ersatama.
Sebagai catatan, BMS adalah sistem elektronik cerdas yang mengelola kinerja baterai secara keseluruhan.
Fungsinya mirip seperti otak pada baterai, untuk memastikan baterai bekerja secara optimal, aman, dan efisien.
BMS memantau berbagai parameter. Seperti tegangan, arus, suhu, state of charge (SoC), dan state of health (SoH) baterai.
Sehingga bisa mendeteksi kondisi tidak normal pada baterai, dan otomatis melakukan tindakan korektif.
“Jadi setelah welding dan pemasangan BMS tadi, langkah selanjutnya yaitu membuat 3D case. Biar lebih rapi dan menarik,” beber Ikrar Gawanusa Bhakti.
Selanjutnya, modul pack dari baterai diujikan menggunakan alat bernama chroma. Fungsinya untuk menguji tegangan listrik dan pengisian daya, serta dapat melakukan simulasi beban.
RenewCell dengan baterai LiFePO4 memiliki keunggulan dalam hal keamanan dan daya tahan.
Teknologi ini tahan terhadap overheating dan thermal runaway. Serta lebih stabil dalam kondisi pengisian dan pengosongan ekstrem, pada suhu operasional hingga 60 derajat Celcius.
Selain itu, baterai ini memiliki siklus hidup yang panjang. Mencapai 2000-5000 siklus pengisian-pengosongan.
Jauh lebih tinggi dibandingkan jenis baterai lainnya. Tegangannya pun lebih stabil selama siklus penggunaan. Sehingga dapat mempertahankan kapasitas dan kinerja secara optimal.
Berkat inovasi ini, Ilham dkk meraih juara 1 Lomba Karya Kreativitas dan Inovasi Terapan Energi Baru Terbarukan 2024.
Ajang ini diselenggarakan Institut Teknologi PLN (ITPLN) dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta.
“Kami menciptakan teknologi yang tidak hanya efisien dalam penggunaan energi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan. Sekaligus memfasilitasi transisi ke energi terbarukan,” ujar Ikrar. (zia/fer)
Editor : Damianus Bram