Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Modus Penipuan! Waspada Marak SMS Palsu Mengatasnamakan Bank

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 4 Maret 2025 | 23:23 WIB

tangkapan layar penipuan spoofing mengatasnamakan salah satu bank
tangkapan layar penipuan spoofing mengatasnamakan salah satu bank

SOLO – Belakangan ini, beredar video yang membahas dugaan peretasan bank oleh hacker melalui pesan SMS yang mencatut nama resmi bank. Dalam pesan tersebut, pelaku menyisipkan tautan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi korban.

Namun, benarkah hacker benar-benar meretas sistem bank untuk melakukan penipuan? Jawabannya: tidak. Mereka menggunakan teknik spoofing.

Baca Juga: Bekasi Jadi Trending Topik di X, Warganet Ramai Bagikan Kondisi Terkini Banjir

Apa Itu Spoofing?

Spoofing adalah teknik penipuan online di mana pelaku menyamar sebagai individu atau organisasi terpercaya untuk mengelabui targetnya. Modus ini bisa dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti email, situs web, SMS, bahkan alamat IP.

Dalam kasus ini, pelaku berpura-pura sebagai pihak bank dan mengirimkan SMS berisi tautan palsu. Jika korban mengklik tautan tersebut dan memasukkan informasi sensitif, seperti username, password, atau PIN, data tersebut akan dicuri dan digunakan untuk tindakan kejahatan, seperti pencurian dana atau akses ilegal ke akun korban.

Baca Juga: Kasus Penanganan PHK Massal Sritex Bakal Disorot Dunia, KSPI: Jika Salah Langkah, Bisa Coreng Reputasi Indonesia

Bagaimana Cara Menghindari Penipuan Ini?

Untuk melindungi diri dari modus spoofing dan kejahatan siber lainnya, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Jangan Klik Tautan Secara Sembarangan
    Jika menerima SMS atau email yang mengatasnamakan bank, jangan langsung mengklik tautan yang disertakan. Periksa dulu keabsahannya dengan menghubungi layanan resmi bank melalui nomor yang tertera di situs resmi.

  2. Jangan Isi Formulir yang Mencurigakan
    Bank tidak akan pernah meminta data sensitif, seperti PIN, password, atau kode OTP melalui SMS atau email. Jika ada permintaan seperti itu, bisa dipastikan itu adalah upaya penipuan.

  3. Pastikan Situs yang Dikunjungi Resmi
    Jika perlu mengakses layanan perbankan online, pastikan Anda mengetik alamat situs bank secara manual di peramban, bukan melalui tautan dari SMS atau email. Periksa juga apakah alamat situs diawali dengan “https://” dan memiliki ikon gembok, yang menandakan keamanan.

  4. Jangan Instal Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi
    Unduh aplikasi hanya melalui platform resmi, seperti Google Play Store atau Apple App Store. Jangan tergoda untuk menginstal aplikasi dari tautan yang dikirimkan melalui SMS atau pesan instan.

  5. Gunakan Otentikasi Ganda (Two-Factor Authentication/TFA)
    Aktifkan fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua langkah, untuk melindungi akun perbankan dan email Anda dari akses ilegal.

  6. Laporkan Pesan Mencurigakan
    Jika menerima SMS atau email mencurigakan yang mengatasnamakan bank, segera laporkan ke pihak bank atau lembaga terkait agar dapat ditindaklanjuti dan mencegah korban lain terjebak.

Baca Juga: Xiaomi 15: HP Flagship Compact dengan Performa Monster, Kamera Leica, Kapan Tanggal Rilisnya?

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, Anda bisa melindungi diri dari upaya penipuan yang semakin canggih. Jangan mudah percaya dengan pesan yang meminta data pribadi, dan selalu verifikasi kebenarannya melalui jalur resmi. (per)

 
Editor : Perdana Bayu Saputra
#hacker #Spoofing #bank