Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pria Australia Bertahan Hidup Lebih dari 100 Hari dengan Jantung Titanium Buatan

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 30 Maret 2025 | 02:31 WIB
Jantung Buatan Bivacor
Jantung Buatan Bivacor

RADARSOLO.COM - Seorang pria asal Australia yang berusia 40-an tahun berhasil bertahan hidup lebih dari 100 hari dengan menggunakan jantung buatan berbahan titanium saat menunggu untuk mendapatkan jantung donor.

Ini menjadikannya orang pertama di dunia yang bisa hidup selama itu dengan alat jantung buatan.

Baca Juga: Penjualan iPhone Second di Solo Raya Meningkat Menjelang Lebaran, Ini Faktor Utamanya

Keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi pasien gagal jantung yang sedang menunggu donor.

Jantung buatan yang digunakan oleh pria tersebut adalah BiVACOR Total Artificial Heart (TAH), sebuah alat revolusioner yang dirancang untuk memompa darah dengan laju yang sangat tinggi, mencapai 12 liter per menit.

Alat ini diciptakan oleh Dr. Daniel Timms, seorang insinyur biomedis asal Australia, menggunakan teknologi levitasi magnetik, yaitu teknologi yang biasa digunakan pada kereta cepat, untuk meniru aliran darah dari jantung yang sehat

Baca Juga: Jam Berapa Pengumuman Idul Fitri 2025? Ini Jadwal dan Link Live Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1446 H

Keunggulan Teknologi Jantung Titanium:

Jantung buatan titanium ini memiliki beberapa keunggulan utama.

Selain daya tahannya yang sangat baik, bahan titanium juga sangat biokompatibel, artinya bisa diterima dengan baik oleh tubuh manusia.

Dengan bobot hanya 650 gram, jantung buatan ini cukup ringan dan ringkas, sehingga dapat diimplan pada tubuh.

Baca Juga: Tips buat Para Pemudik Agar Rumah atau Kos-Kosannya Aman Saat Lebaran

Selain kemampuannya dalam memompa darah, BiVACOR TAH juga dirancang untuk memberi kebebasan lebih bagi penggunanya.

Alat ini bekerja dengan menggunakan pengontrol eksternal dan sistem baterai, sehingga pasien bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa perlu terhubung ke perangkat listrik.

Uji Coba Implan Jantung BiVACOR

 

Sebelumnya, lima pasien di Amerika Serikat telah diimplan dengan BiVACOR antara Juli hingga November 2024.

Namun, mereka hanya bertahan selama satu bulan menggunakan alat ini sebelum akhirnya menerima jantung donor.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis Tewaskan Pasutri Lansia di Jalan Mojogedang-Karanganyar: Mobil Panther Sempat Tabrak Pohon hingga Warung

Pria asal Australia inilah yang berhasil bertahan lebih lama dan menjadi orang pertama yang hidup lebih dari 100 hari dengan jantung buatan BiVACOR

Masa Depan Pengobatan Gagal Jantung:

BiVACOR Total Artificial Heart ini berpotensi mengubah cara pengobatan gagal jantung.

Teknologi yang digunakan dalam perangkat ini berhasil mengurangi kerusakan mekanis yang biasanya terjadi pada perangkat jantung mekanis biasa.

Baca Juga: Satu Keluarga WNI di Thailand Terdampak Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7: Bagaimana Kondisinya?

Hal ini membuat perangkat ini lebih tahan lama dan lebih dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Uji klinis yang sedang berlangsung bertujuan untuk memperluas penggunaan BiVACOR TAH saat ini.

Jika uji coba ini berhasil, perangkat ini bisa menjadi solusi permanen bagi pasien yang tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung tradisional, misalnya karena usia atau kondisi kesehatan lainnya. (per)

Editor : Perdana Bayu Saputra
#gagal jantung