RADARSOLO.COM - Rumah Sakit Indriati Solo Baru menghadirkan teknologi terbaru, yaitu PET Scan (Positron Emission Tomography) pertama di Jawa Tengah. Teknologi ini diklaim dapat mendeteksi penyakit kanker dan kelainan metabolik tubuh secara lebih akurat.
Dokter spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler RS Indriati Solo Baru dr. Lim Andreas menjelaskan, PET scan ini bekerja dengan prinsip yang mirip dengan MRI, namun dengan fokus yang lebih mendalam pada aktivitas metabolik tubuh.
"Sementara CT scan hanya dapat melihat struktur tubuh, PET scan bisa memeriksa aktivitas metabolik sel. Ini sangat berguna untuk mendeteksi kanker pada tahap awal, serta untuk memeriksa kesehatan jantung dan saraf," ungkap dr. Andreas saat acara Media Gathering di Mahalaya Hotel, Kamis (17/4/2025).
PET scan bermanfaat untuk mendeteksi adanya kelainan bahkan sebelum gejala muncul. Menurut Dr. Lim, teknologi ini sangat efektif dalam memeriksa kanker sejak stadium awal, yang meningkatkan peluang kesembuhan bagi pasien.
"Ketika pasien melakukan screening dengan PET scan, ternyata ada penekanan kecil. Nah, itu bisa langsung dievaluasi. Karena prinsipnya kanker itu, semakin dini terdeteksi dan mendapatkan treatment, peluang kesembuhannya semakin besar," tambahnya.
Selain untuk deteksi kanker, PET scan juga memiliki peranan penting dalam mendiagnosis gangguan jantung. Seperti memeriksa apakah otot jantung masih berfungsi dengan baik.
Di bidang saraf, teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi penyebab kejang pada pasien epilepsi yang sulit diobati dengan obat-obatan. "Kalau jantung itu itu dia bisa untuk memeriksa viabilitas dari otot jantung. Untuk memeriksa ini otot jantungnya masih hidup atau tidak. Karena itu mempengaruhi keputusan terapi," jelasnya.
"Kalau syaraf, punya peranan misal ke pasien-pasien yang epilepsi, bisa mencari pusat dari kejangnya itu di mana, untuk dilakukan tindak lanjut," sambungnya.
Andreas juga menjelaskan, prosedur pemeriksaan PET scan cukup sederhana dan tidak memerlukan waktu lama. Pasien hanya perlu berpuasa beberapa jam sebelum pemeriksaan.
Setelah itu, mereka akan disuntikkan dengan senyawa radioaktif FDG (Fluorodeoxyglucose), yang digunakan untuk memetakan aktivitas metabolik tubuh. "Proses pemindaian berlangsung sekira 20 hingga 30 menit, tergantung pada kondisi pasien," bebernya.
Dr. Lim menjamin bahwa dosis radiasi yang digunakan dalam PET scan sangat aman. "Meskipun menggunakan senyawa radioaktif, dosisnya sangat rendah dan hanya berlangsung singkat. Senyawa tersebut akan cepat terurai dalam tubuh dan dikeluarkan melalui urin," terangnya.
Dia juga menjelaskan bahwa PET scan aman dilakukan untuk pasien diabetes, meskipun persiapannya perlu dilakukan dengan menyesuaikan kadar gula darah.
Menurutnya, salah satu keunggulan PET scan adalah kemampuannya untuk memindai seluruh tubuh secara menyeluruh dalam satu kali pemeriksaan. Sehingga menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan serangkaian CT scan terpisah.
"Meskipun harga PET scan lebih tinggi daripada pemeriksaan lain, manfaat yang didapatkan dalam hal akurasi diagnosa sangat signifikan," terangnya.
RS Indriati Solo Baru menjadi rumah sakit swasta pertama di Jawa Tengah yang memiliki fasilitas PET scan. Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit ini dalam menyediakan layanan medis terkini untuk masyarakat. "Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Dengan teknologi PET scan, kita bisa melakukan deteksi lebih dini, sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih parah,” imbuh dr Andreas. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy