Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mahasiswa Kampus Di Solo Kembangkan Prototipe Alat Deteksi Longsor Berbasis Panel Surya, Operasional Cukup Lewat WA

Fauziah Akmal • Jumat, 2 Mei 2025 | 23:39 WIB

 

 

Dua mahasiswa UNS presentasikan inovasi Solid, alat deteksi dini bencana longsor di ajang FILM 2025.
Dua mahasiswa UNS presentasikan inovasi Solid, alat deteksi dini bencana longsor di ajang FILM 2025.

RADARSOLO.COM - Bencana tanah longsor sering melanda hampir di semua wilayah di Indonesia. Namun, kesiapsiagaan terhadap ancaman longsor belum sepenuhnya merata. Terutama dari sisi sistem peringatan dini alias early warning system (EWS). Inilah yang mendasari mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat inovasi EWS berbasis panel surya.

DATA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sekira 40,9 juta jiwa tinggal di kawasan rawan longsor. Tersebar di lebih dari 900 titik di 274 kabupaten/kota, termasuk wilayah tengah dan selatan Jawa.

Berangkat dari persoalan ini, dua mahasiswa UNS menghadirkan solusi unik dan berkelanjutan. Mereka mengembangkan alat deteksi dini longsor bernama: Solar Panel-Powered IoT-Based Landslide Detection alias Solid.

Solid ini semacam EWS berbasis panel surya, yang dikombinasikan dengan teknologi internet of things (IoT). Alat ini terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp (WA) untuk mengirim peringatan bencana secara otomatis.

Alat ini dikreasi Aditya Wisnu Yudha Marsudi dari program studi (prodi) fisika, serta Desnia Anindy Irni Hareva dari prodi statistika. Keduanya tergabung dalam tim “Go to Japan”, dengan mengangkat inovasi ini dalam Festival Ilmiah Mahasiswa (FILM) 2025.

Proses pengembangan Solid dimulai dari riset mendalam tentang penyebab dan indikator tanah longsor. Meliputi kelembapan tanah, kemiringan lereng, hingga pergeseran tanah.

Aditya dan Desnia lalu merancang prototipe dengan tiga sensor utama, untuk memantau ketiga indikator tersebut. Sistem ini memanfaatkan panel surya dan didukung baterai lithium. Sehingga tetap berfungsi saat sinar matahari tidak tersedia.

“Data yang dikumpulkan diolah, lalu dikirim sebagai peringatan dalam tiga level. Mulai dari level siaga, waspada, dan awas. Notifikasi dikirim melalui WhatsApp agar cepat diterima masyarakat,” jelas Aditya.

Inovasi Solid berbuah juara dua ajang FILM 2025.
Inovasi Solid berbuah juara dua ajang FILM 2025.

Aditya menambahkan, Solid mampu memprediksi potensi longsor hingga 14 hari ke depan. Sistem kerjanya menggunakan algoritma long short-term memory (LSTM).

“Ini memberikan waktu yang lebih panjang bagi masyarakat untuk segera dievakuasi. Selain peringatan digital, sistem juga dilengkapi alarm fisik berupa suara buzzer. Juga dilengkapi lampu strobo untuk meningkatkan kesadaran di lokasi bencana,” urainya.

Inovasi ini membawa tim UNS meraih juara 2 subkategori infografis pada FILM 2025. Mengungguli ratusan peserta lain dari 114 universitas di 22 provinsi.

Selama ajang ini, proses seleksi ketat harus dilalui seluruh peserta. Meliputi tahapan pendaftaran, pengumpulan karya, seleksi semifinalis, hingga presentasi final yang dikemas dalam rangkaian expo dan awarding night.

Dalam prosesnya, Aditya dkk mendapat dukungan penuh dari dosen pembimbing Sorja Koesuma. Mereka sering berdiskusi terkait indikator tanah longsor dan aspek teknis lainnya.

“Pengetahuan yang dosen sampaikan menjadi fondasi penting dalam pengembangan karya kami. Selama dua bulan kami fokus membuat infografis, hingga pengembangan prototipe Solid,” imbuhnya.

Aditya berharap capaian ini memacu semangat mahasiswa lain untuk berani mencoba, berkarya, dan menjawab persoalan nyata melalui pendekatan inovatif.

“Kami bersyukur dan bangga bisa meraih juara dalam kompetisi infografis tingkat nasional. Apalagi ini pengalaman lomba pertama bagi tim kami. Tapi langsung membuahkan hasil membanggakan,” ujarnya bangga. (zia/fer)

 

Editor : fery ardi susanto
#EWS longsor #early warning system (EWS) #ews