Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Solo Tuan Rumah Turnamen Robotik Internasional, Wali Kota Respati: Bukan Cari Keren Dan Canggih, Tapi Yang Berdampak Positif

Fauziah Akmal • Kamis, 26 Juni 2025 | 02:04 WIB

 

Peserta tampil dalam International Robosport Tournament FIRA Indonesia Open 2025 yang berlangsung di Solo Technopark, Rabu (25/6).
Peserta tampil dalam International Robosport Tournament FIRA Indonesia Open 2025 yang berlangsung di Solo Technopark, Rabu (25/6).

RADARSOLO.COM – Kota Solo kembali mengukuhkan diri sebagai pusat inovasi teknologi nasional, setelah terpilih sebagai host International Robosport Tournament FIRA Indonesia Open 2025. Sebanyak 280 tim robotik dan kecerdasan buatan (AI) dari delapan negara, adu sakti di Solo Technopark selama tiga hari, Rabu-Jumat (25–27/6).

Turnamen ini bukan sekadar adu kecanggihan teknologi, tetapi juga memperkuat dukungan pengembangan robotik yang berdampak sosial dan bernilai ekonomi tinggi, melalui hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP rights). Wali Kota Solo Respati Ardi menyambut hangat turnamen internasional ini, serta menegaskan komitmen pemkot dalam mengawal pengembangan teknologi anak-anak muda Kota Bengawan. 

“Yang penting untuk pengembangan robotik ke depan, tidak harus paling keren dan paling canggih, tapi yang paling berdampak. Bagaimana AI ini bisa menjadi solusi bagi petani, pedagang pasar, rekan-rekan ojol, UMKM, dan lain-lain,” kata Respati dalam sambutannya.

Respati menambahkan, dukungan terhadap robotik dan AI tak bisa dilepaskan dari strategi jangka panjang. Terutama dalam membangun ekonomi berbasis inovasi.

“Ketika anak sudah di robotik, punya pengembangan game dan punya IP, ini bisa menjadi kolateral nanti ke depan untuk pengembangan usaha. Percayalah, di masa depan IP intellectual property right yang bagus akan lebih mahal dari sertifikat tanah,” tegas Respati.

Berdasarkan kunjungan kerjanya ke Kota Xi'an, Tiongkok, belum lama ini, terbuka peluang beasiswa hingga S3 di bidang robotik dan teknologi. Termasuk tambahan living cost senilai Rp 8 juta per bulan.

“Jadi, mohon dukungan dari orang tua murid untuk anak-anaknya yang sudah gemar robot dan AI. Jangan dimarahi, tapi di-support. Kami dari pemerintah menyediakan beasiswa-beasiswa untuk anak-anak berprestasi di bidang AI dan robot,” tegasnya.

Ketua Persatuan Robotik Seluruh Indonesia (PRSI) Wahyu Hidayat menjelaskan, turnamen ini telah dipersiapkan sejak pertengahan tahun lalu. Serta didukung penuh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat dulu masih menjabat wali Kota Solo.

Alhamdulillah kami dipercaya Federasi Internasional Robotik untuk menyelenggarakan event ini. Solo dipilih karena sebagai pusat inovasi teknologi, AI, dan coding di Indonesia. Ini kesempatan untuk mengenalkan Solo ke mata dunia,” ujarnya.

Tercatat 800-an peserta datang dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Singapura, Pakistan, Yaman, dan Mesir. Mereka mengikuti beragam kategori lomba. Mulai dari challenge, air and water, youth, sport, close category, serta lego and vex robotics.

Sedangkan jenis robot yang tampil seperti minisoccer, battle bot, underwater robot, serta sumo robot. Ajang ini terbuka untuk pelajar SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa, hingga umum.

Selain kompetisi, panitia juga menggelar seminar dan talkshow, Sabtu (28/6), yang bisa diikuti pelajar di Kota Solo. Terutama untuk mendorong ekosistem robotik.

“Kami sedang mengampanyekan olahraga robotika, yaitu robosport di Indonesia. Semoga ini juga menjadi sebuah potensi, demi kemajuan ekosistem dan industri robotika di Indonesia," tandasnya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#turnamen robot internasional di solo #solo technopark #International Robosport Tournament FIRA Indonesia Open 2025 hadir di solo