RADARSOLO.COM-Persediaan merupakan aset vital bagi bisnis dagang dan manufaktur.
Sistem inventory modern bukan sekadar pencatat stok, tetapi juga alat untuk memprediksi kebutuhan, mengotomatiskan re‑order, dan mengintegrasikan penjualan maupun akuntansi.
Tanpa solusi digital, pemilik usaha rentan mengalami out of stock atau overstock yang merugikan.
Artikel ini memaparkan 15 aplikasi inventory populer dengan tinjauan fitur utama, kelebihan, kekurangan, dan kisaran harga.
Sebagai contoh, aplikasi inventory lengkap dan akurat menunjukkan bagaimana Mekari Jurnal memadukan modul inventory, akuntansi, dan e‑commerce ke dalam satu platform.
Transformasi digital semacam ini membantu bisnis lebih responsif dan efisien.
Apa itu Aplikasi Inventory?
Aplikasi inventory adalah perangkat lunak yang mengelola persediaan dari hulu ke hilir.
Fitur inti umumnya termasuk pelacakan stok real‑time, barcode/QR code, manajemen pesanan pembelian dan penjualan, penghitungan biaya persediaan, serta integrasi dengan sistem lain seperti akuntansi dan e‑commerce.
Dengan sistem inventory, pemilik usaha dapat meminimalkan human error, meningkatkan akurasi laporan, dan mengoptimalkan rotasi stok.
Ulasan Rekomendasi Aplikasi Inventory
Mekari Jurnal
Fitur utama:
• Pelacakan persediaan real‑time, peringatan restock, dan barcode scanning.
• Integrasi e‑commerce dan marketplace untuk sinkronisasi pesanan dan stok.
• Laporan persediaan terperinci dan integrasi modul akuntansi serta perpajakan.
Kelebihan:
• Dikembangkan sesuai regulasi pajak Indonesia dan didukung tim lokal.
• User interface sederhana dan mudah diadopsi UMKM.
• Paket harga fleksibel sesuai kebutuhan
Kekurangan:
• Fitur multi‑warehouse dan forecasting mendalam terbatas pada paket lebih tinggi
• Integrasi marketplace tertentu memerlukan konfigurasi tambahan
Kisaran harga:
• Langganan bulanan mulai dari ratusan ribu rupiah; paket lengkap mencakup modul penjualan dan akuntansi.
Zoho Inventory
Fitur utama:
• Sinkronisasi multi‑channel dan marketplace global
• Manajemen pesanan penjualan dan pembelian, pengiriman, serta pembayaran
• Laporan persediaan otomatis dan integrasi dengan Zoho Books
Kelebihan:
• Menyediakan paket gratis untuk bisnis kecil dengan pesanan terbatas
• Aplikasi mobile lengkap memudahkan pemantauan
Kekurangan:
• Fitur manufaktur dan multi‑warehouse terbatas di paket dasar
• Dukungan lokal berbahasa Indonesia masih terbatas
Kisaran harga:
• Paket Standard sekitar US$39 per bulan, paket Professional dan Premium lebih tinggi.
inFlow Inventory
Fitur utama:
• Pelacakan stok, nomor seri, dan nomor lot dengan barcode
• Modul pembelian dan penjualan, penghitungan margin, dan laporan
• Akses offline/online dan aplikasi desktop
Kelebihan:
• Cocok untuk usaha skala kecil menengah dengan kebutuhan dasar
• Dapat diintegrasikan dengan hardware seperti barcode scanner
Kekurangan:
• Integrasi ke marketplace dan akuntansi terbatas
• Fitur multi‑warehouse canggih hanya tersedia di paket lebih mahal
Kisaran harga:
• Paket Essentials mulai sekitar US$89 per bulan; versi seumur hidup tersedia untuk versi desktop.
Baca Juga: ASUS UX8406CA: Laptop Dua Layar Bikin Multitasking Lebih Mudah, Simak Reviewnya!
Sortly
Fitur utama:
• Pelacakan item dengan foto, QR code, dan catatan detail
• Notifikasi restock dan pelaporan dasar
• Aplikasi mobile untuk iOS/Android
Kelebihan:
• Sangat mudah digunakan tanpa training
• Ada paket gratis untuk inventaris kecil
Kekurangan:
• Fitur terbatas; tidak mendukung proses pesanan dan integrasi e‑commerce
• Tidak ideal untuk operasi gudang kompleks
Kisaran harga:
• Paket Pro mulai sekitar US$39 per bulan; paket Ultra lebih lengkap.
Fishbowl
Fitur utama:
• Pelacakan multi‑lokasi, part, batch, dan serial number
• Modul manufacturing, purchasing, dan sales order
• Integrasi QuickBooks dan Xero
Kelebihan:
• Lisensi sekali bayar sehingga biaya jangka panjang lebih terkontrol
• Cocok untuk bisnis manufaktur kecil dan menengah
Kekurangan:
• Investasi awal tinggi dan memerlukan instalasi lokal
• Antarmuka desktop kurang fleksibel bagi pengguna mobile
Kisaran harga:
• Lisensi mulai beberapa ribu dolar, dengan biaya tahunan untuk support.
Baca Juga: Epson Luncurkan Printer Thermal Point-of-Sale Terbaru untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis dengan Volume Transaksi TinggiQuickBooks Commerce
Fitur utama:
• Manajemen pesanan, persediaan, dan harga di berbagai channel
• Otomatisasi invoice dan integrasi dengan QuickBooks Online
• Analitik penjualan dan forecasting permintaan
Kelebihan:
• Terintegrasi kuat dengan ekosistem QuickBooks sehingga memudahkan akuntansi
• Mendukung pengelolaan pesanan internasional dengan multi‑currency
Kekurangan:
• Harga lebih tinggi dibanding aplikasi inventory mandiri
• Tidak tersedia paket gratis
Kisaran harga:
• Mulai sekitar US$39 per bulan, bergantung pada jumlah pengguna dan transaksi.
NetSuite Inventory Management
Fitur utama:
• Multi‑warehouse management, demand planning, dan replenishment otomatis
• Integrasi penuh dengan modul ERP NetSuite (keuangan, CRM, e‑commerce)
• Real‑time analytics dan dashboard persediaan
Kelebihan:
• Cocok untuk perusahaan yang beroperasi secara global
• Mampu menangani volume pesanan tinggi dengan akurasi tinggi
Kekurangan:
• Biaya implementasi besar dan memerlukan konsultan
• Fitur kompleks membutuhkan pelatihan staf
Kisaran harga:
• Berbasis kontrak; biasanya puluhan juta rupiah per bulan per perusahaan.
SAP Inventory Management
Fitur utama:
• Pelacakan barang, batch, dan lot; quality control dan traceability
• Terintegrasi dengan modul produksi, pengadaan, dan penjualan
• Fitur automasi warehouse melalui SAP Extended Warehouse Management (opsional)
Kelebihan:
• Sesuai untuk perusahaan dengan kebutuhan compliance global
• Dapat disesuaikan untuk berbagai industri
Kekurangan:
• Investasi implementasi dan lisensi tinggi
• Pengoperasian rumit tanpa pelatihan intensif
Kisaran harga:
• Lisensi ERP per pengguna mulai puluhan juta rupiah; modul warehouse terpisah menambah biaya.
Oracle Inventory Management
Fitur utama:
• Pelacakan lot, serial, dan expiry; replenishment otomatis
• Integrasi ke supply chain, purchasing, dan manufacturing Oracle
• Analitik demand dan supply planning
Kelebihan:
• Mendukung perusahaan besar dengan operasi multi‑site dan multi‑currency
• Fitur canggih untuk integrasi supply chain end‑to‑end
Kekurangan:
• Sangat mahal dan membutuhkan implementasi panjang
• Tidak cocok untuk UKM
Kisaran harga:
• Biaya kontrak enterprise; umumnya ratusan juta rupiah per tahun.
Odoo Inventory
Fitur utama:
• Pengelolaan persediaan, picking, packing, shipping dan drop‑shipping
• Integrasi modul akuntansi, manufacturing, dan CRM
• Dashboard real‑time dan laporan performa gudang
Kelebihan:
• Biaya lisensi per pengguna rendah; modul open‑source fleksibel * Komunitas global dan add‑on melimpah
Kekurangan:
• Memerlukan keahlian teknis untuk implementasi
• Dukungan resmi bahasa Indonesia terbatas
Kisaran harga:
• Mulai sekitar US$7 per pengguna per bulan; modul tambahan menambah biaya.
TallyPrime Inventory
Fitur utama:
• Pelacakan batch, expiry date, dan nomor seri
• Integrasi dengan modul akuntansi dan pajak TallyPrime
• Laporan persediaan harian, mingguan, dan bulanan
Kelebihan:
• Populer di India dan telah menyesuaikan dengan regulasi Indonesia
• Mudah dioperasikan oleh pengguna non‑teknis
Kekurangan:
• Fitur multi‑warehouse dan manufacturing terbatas
• Antarmuka kurang modern
Kisaran harga:
• Lisensi permanen sekitar beberapa juta rupiah per perusahaan; update tahunan berbayar.
SkuVault
Fitur utama:
• Integrasi marketplace (Amazon, eBay, Shopify) dan e‑commerce
• Sistem picking otomatis, barcode, dan audit stok
• Pelaporan real‑time tentang kecepatan picking dan akurasi pengiriman
Kelebihan:
• Cocok untuk bisnis e‑commerce dengan volume pesanan tinggi
• Menyediakan fitur cycle count untuk audit persediaan
Kekurangan:
• Tidak memiliki modul manufaktur
• Biaya langganan cukup tinggi untuk bisnis kecil
Kisaran harga:
• Paket Professional mulai sekitar US$499 per bulan; paket Enterprise lebih mahal.
Cin7
Fitur utama:
• Manajemen inventaris, POS, dan B2B commerce dalam satu platform
• Integrasi ke lebih dari 700 aplikasi termasuk Shopify, Amazon, dan Xero
• Modul produksi ringan untuk assembly dan bundling
Kelebihan:
• All‑in‑one solution yang mencakup gudang, toko fisik, dan e‑commerce
• Dukungan multi‑currency dan multi‑location
Kekurangan:
• Harga tinggi dan memerlukan paket tahunan
• Kurva belajar cukup curam bagi tim baru
Kisaran harga:
• Paket Starter mulai sekitar US$399 per bulan, paket lebih lengkap menambah biaya.
Brightpearl
Fitur utama:
• Order management dan inventory real‑time untuk retail multichannel
• Integrasi akuntansi, CRM, dan pelaporan keuangan
• Otomatisasi purchasing dan forecasting permintaan
Kelebihan:
• Solusi khusus untuk perusahaan retail dan grosir
• Menyediakan layanan implementasi dan support 24/7
Kekurangan:
• Biaya lisensi cukup tinggi dan biasanya kontrak multi‑tahun
• Tidak cocok untuk manufaktur murni
Kisaran harga:
• Biaya mulai dari beberapa ratus dolar per bulan; harga final tergantung volume transaksi.
Unleashed
Fitur utama:
• Pengelolaan produksi dan bahan baku, pelacakan biaya per unit dan margin
• Integrasi dengan Xero, Shopify, dan e‑commerce lainnya
• Dashboard analitik margin dan profitabilitas
Kelebihan:
• Cocok untuk produsen makanan, minuman, dan barang konsumen
• Aplikasi cloud mudah diakses dari mana saja
Kekurangan:
• Fitur akuntansi harus terintegrasi eksternal (tidak built‑in)
• Harga dapat meningkat seiring pertumbuhan volume transaksi
Kisaran harga:
Paket Medium mulai sekitar US$259 per bulan; paket Large dan Enterprise lebih tinggi.
Baca Juga: Cara Mengetik Huruf Jawa Hanacaraka di Microsoft Word, Lengkap dengan Cara Download dan Install Font
Tips Memilih Aplikasi Inventory
Tentukan kebutuhan bisnis seperti jumlah lokasi, jenis produk (berkode/berbatch), dan integrasi yang diperlukan. Bandingkan biaya langganan, dukungan vendor, serta ketersediaan pelatihan.
Periksa apakah aplikasi menyediakan demo atau uji coba gratis sehingga Anda dapat mengevaluasi sebelum berkomitmen.
Setiap bisnis memiliki kebutuhan inventory yang unik.
Mekari Jurnal menawarkan solusi lokal terintegrasi dengan akuntansi dan perpajakan, ideal untuk UMKM.
Untuk perusahaan yang menangani penjualan multi‑channel, opsi seperti Zoho Inventory, SkuVault, atau Cin7 memberikan dukungan marketplace lengkap.
Sementara itu, software enterprise seperti NetSuite dan SAP dirancang bagi perusahaan multinasional dengan kebutuhan rantai pasok kompleks.
Pilihlah aplikasi yang sesuai dengan skala, proses, dan budget untuk mengoptimalkan manajemen persediaan Anda. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono