RADARSOLO.COM - Caravan Epson Indonesia kembali melanjutkan perjalanannya dan kali ini singgah di Kota Solo pada Selasa (28/10/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan jajaran produk Epson yang telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sekaligus menjadi ajang untuk mendengarkan langsung masukan dari para pengguna.
Sejak pagi, mobil Caravan Epson sudah tampak terparkir di halaman Antarakata Coffee, kawasan Stabelan, Solo.
Di dalamnya, pengunjung bisa melihat beragam produk unggulan Epson yang dipamerkan secara langsung.
Sebelumnya, Caravan ini telah berkeliling ke sejumlah kota di Pulau Sumatra dan Jawa.
Head of Retail Sales PT Epson Indonesia, Maya Sari Saputro, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Caravan Epson yang digelar di berbagai kota.
"Lewat program Caravan ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk Epson yang sudah bersertifikat TKDN, sejalan dengan misi pemerintah dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri," ujarnya.
Maya mengungkapkan, saat ini produk-produk Epson telah mencapai tingkat kandungan dalam negeri sebesar 75,28%.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Epson terhadap penguatan industri nasional.
Selain itu, Epson juga memiliki dua pabrik besar di Indonesia yang mempekerjakan lebih dari 10.000 tenaga kerja lokal.
Tak hanya menonjolkan aspek lokal, Epson juga terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan di Solo, Epson bekerja sama dengan mitra lokal, CV Elang Delta Utama, yang menghadirkan para perwakilan dari instansi pemerintahan, dunia pendidikan, hingga sektor korporasi.
Usai sesi pemaparan, para tamu undangan diajak mendekat ke mobil Caravan untuk melihat langsung berbagai produk unggulan, mulai dari printer hemat energi hingga proyektor dengan teknologi terbaru.
Selain memperkenalkan produk, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi Epson untuk menyerap aspirasi konsumen.
Maya menegaskan bahwa masukan dari pengguna menjadi bahan penting dalam pengembangan produk ke depan.
"Kami ingin tahu secara langsung kebutuhan dari tiap sektor, baik pendidikan, pemerintahan, maupun korporasi. Dengan begitu, produk yang kami hadirkan bisa benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka," pungkasnya.(*)
Editor : Nur Pramudito