Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Apa Itu Cloudflare yang Alami Gangguan? Sempat Bikin X, ChatGPT hingga Canva Down

Syahaamah Fikria • Kamis, 20 November 2025 | 03:56 WIB
Ilustrasi cloudflare error.
Ilustrasi cloudflare error.

RADARSOLO.COM - Jutaan pengguna internet di seluruh dunia dibuat kebingungan saat platform populer seperti X (Twitter), ChatGPT, Canva dan situs lainnya mendadak tidak dapat diakses.

Gangguan ini bersumber dari Cloudflare, perusahaan infrastruktur web yang menjadi fondasi jutaan situs dan aplikasi global.

Pengguna melaporkan notifikasi “internal server error” ketika mengakses situs yang bergantung pada jaringan Cloudflare.

Sebagai penyedia layanan keamanan, performa, dan distribusi konten, Cloudflare berperan krusial dalam menjaga stabilitas jutaan website di seluruh dunia.

Ketika sistemnya terganggu, efeknya pun meluas secara instan.

Apa Itu Cloudflare?

Cloudflare didirikan pada 2009 oleh Matthew Prince, Lee Holloway, dan Michelle Zatlyn di Amerika Serikat.

Perusahaan ini menyediakan layanan Content Delivery Network (CDN) yang menyimpan salinan konten situs di jaringan server global, sehingga akses pengguna dari lokasi mana pun lebih cepat.

Selain mempercepat performa, Cloudflare juga berfungsi sebagai lapisan keamanan tambahan.

Misalnya, sistem reverse proxy Cloudflare menyaring serangan Distributed Denial of Service (DDoS) agar server utama tidak kewalahan.

Selain itu, Cloudflare menawarkan platform serverless bernama Cloudflare Workers.

Layanan ini memungkinkan developer menjalankan kode JavaScript atau WebAssembly langsung di edge server, membuat aplikasi lebih responsif dan efisien.

Karena berbagai layanan tersebut, Cloudflare menjadi infrastruktur vital bagi internet modern.

Kronologi Cloudflare Down Selasa Malam

Matthew Prince, CEO sekaligus pendiri Cloudflare, mengakui gangguan yang terjadi pada Selasa (18/11/2025) kemarin sebagai insiden terparah sejak 2019.

Masalah bermula dari sistem Manajemen Bot yang bertugas mengatur akses bot di jaringan CDN.

Perubahan perilaku database ClickHouse, yang menganalisis pola bot, menyebabkan file konfigurasi berisi duplikasi berlebihan hingga melampaui batas memori.

Akibatnya, modul proxy inti Cloudflare, yang menangani trafik web, lumpuh.

"Sistem machine learning Cloudflare menggunakan file konfigurasi yang diperbarui secara berkala untuk memberi skor bot pada setiap permintaan. File mengenali karakteristik yang menunjukkan aktivitas bot, akibatnya file tersebut berisi banyak duplikasi baris fitur," jelasnya.

Layanan terdampak meliputi X, ChatGPT, Canva, dan Downdetector selama beberapa jam, mengingatkan pada gangguan serupa di Microsoft Azure dan Amazon Web Services sebelumnya.

Cloudflare menekankan bahwa insiden ini tidak terkait dengan AI generatif, DNS, atau serangan siber.

Dampak paling terasa bagi pelanggan yang mengaktifkan aturan pemblokiran bot berbasis skor.

Pelanggan yang tidak menggunakan aturan ini tetap bisa mengakses situs mereka secara normal.

Langkah Perbaikan Cloudflare

Untuk mencegah terulangnya gangguan serupa, Cloudflare menyusun sejumlah langkah perbaikan utama.

Di antaranya memperketat proses ingestion file konfigurasi internal agar lebih aman dan sesuai input pengguna.

Kemudian, mengaktifkan lebih banyak global kill switches untuk menonaktifkan fitur secara cepat saat kegagalan terjadi.

Upaya lain adalah menghapus kemungkinan core dump atau laporan kesalahan lain yang membebani sistem. Serta meninjau ulang semua skenario kegagalan pada modul proxy inti. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Cloudflare #Cloudflare down #x down #internet #twitter down #ChatGPT down