RADARSOLO.COM–Perang antara Iran yang dikeroyok AS dan Israel belum ada tanda-tanda mereda.
Masing-masing pihak mengeluarkan kemampuan jelajah rudal. Termasuk rudal balistik.
Apa Itu Rudal Balistik?
Rudal balistik adalah peluru kendali yang pada awalnya didorong oleh roket.
Namun kemudian mengikuti lintasan jatuh bebas (tanpa tenaga) menuju targetnya.
Kemampuan jangkauan rudal ini sangat bergantung pada kekuatan mesin roket dan berat muatan (payload) yang dibawa.
Klasifikasi Berdasarkan Jangkauan
Rudal balistik dibagi menjadi empat kategori utama berdasarkan jarak tempuh maksimalnya:
Rudal Balistik Jarak Pendek (Short-range): Menjangkau kurang dari 1.000 km (sekitar 620 mil).
Rudal Balistik Jarak Menengah (Medium-range): Menjangkau antara 1.000 – 3.000 km.
Rudal Balistik Jarak Antara (Intermediate-range): Menjangkau antara 3.000 – 5.500 km.
Rudal Balistik Antarbenua (ICBM): Menjangkau lebih dari 5.500 km.
Rudal jarak pendek dan menengah sering disebut sebagai rudal balistik teater (digunakan dalam cakupan wilayah tempur tertentu), sedangkan ICBM atau rudal jarak jauh dikategorikan sebagai rudal balistik strategis.
Jenis Bahan Bakar: Cair vs Padat
Rudal balistik juga dibedakan berdasarkan jenis bahan bakarnya:
- Bahan Bakar Padat (Solid-propellant): Lebih efisien karena bahan bakar dan pengoksidasi sudah tercampur jadi satu.
- Rudal jenis ini memerlukan perawatan yang lebih sedikit dan waktu persiapan peluncuran yang jauh lebih singkat.
- Bahan Bakar Cair (Liquid-fuel): Memerlukan pemisahan antara bahan bakar dan pengoksidasi hingga sesaat sebelum diluncurkan, sehingga proses persiapannya lebih lama dan rumit. (wa)