RADARSOLO.COM - Bermain di areal persawahan tak melulu becek dan panas. Di Boyolali, terdapat hidden gem yang cocok untuk nyore sekaligus bermain air. Yakni Kali Talang berupa saluran irigasi yang airnya sangat jenih.
Kali Talang terletak di Dusun Magangrejo, Desa Nepen, Kecamatan Teras. Perjalanan menuju Kali Talang cukup mudah. Dari pertigaan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo ambil ke arah selatan, jalan alternatif Boyolali-Klaten. Terus lurus hingga menemukan jembatan sebelum Umbul Langse. Ada jalan kecil menurun ke arah timur. Jalan turunan memang cukup curam dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Sehingga harus ekstra hati-hati.
Setelah itu, Jawa Pos Radar Solo disambut dengan rumpun bambu di sisi kakan dan kiri. Bak gapura masuk, begitu melewati jalan itu, hamparan persawahan luas membentang. Tapi tunggu dulu, karena sekali lagi harus menuruni jalan tanggul itu. Di sisi selatan akan disuguhkan Kali Nepen yang super jernih. Bahkan lumut di dasar bendungan kalipun bisa terlihat.
Di sisi utara, ada jalan usaha tani selebar 1,5 meter. Tepat di samping kiri, mengalir air di irigasi teknis. Jernih dan segarnya air membikin jiwa healing meronta-ronta ingin menceburkan diri. Mengingat, cuaca akhir-akhir ini memang cukup panas. Tak ayal, sore itu, banyak anak-anak hingga orang tua bermain air di sana. Ada juga yang dengan santai memancing ikan wader mini.
”Tadi ke sini sama istri dari jam 14.00. Malas mau mencuci di rumah, ngajak nyuci di sini. Ya saya tinggal mancing saja, jane (sebenarnya, Red) hanya alasan biar gak diajak nyuci. Karena sudah capek kerja. Kebetulan di sini banyak ikan wader, sekalian refreshing,” ungkap salah seorang pengunjung asal Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Hardi pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (29/9).
Perjalanan berlanjut. Banyak kawula muda yang mencuci sepedanya. Ada juga yang ngaso di bawah pohon talok sembari mencelupkan kakinya. Beberapa warung turut meriuhkan senja kala itu. Saluran irigasi berbelok ke arah utara. Semakin berjalan ke utara, semakin banyak pengunjungnya. Di sisi barat dan timur, hamparan luas sawah membikin betah memandang.
Di sana, banyak orang yang mencuci baju. Tapi tak sedikit pula anak-anak muda yang menikmati senja sembari memesan minum dan jajanan. Biasanya, Kali Talang akan ramai pada pagi hari dan sore hari. Pengunjungnya mayoritas dari luar Desa Nepen, hingga luar Boyolali. Untuk akses masuknya, hanya mengeluarkan biaya parkir Rp 2 ribu. Kali Talang ini mulai dikelola warga Dusun Magangrejo, Desa Nepen sejak dua tahun silam.
”Warga melihat ada potensi. Dibersihkan jalannya, biar bisa dicor. Terus ramai dan sempat viral 1,5 tahun lalu. Akhirnya, dikelola warga, mulai ditarik parkir untuk kebersihan dan penataan lingkungan,” ujar pengelola sekaligus pemuda Dusun Magangrejo, Desa Nepen, Agus Nugroho.
Kini, saluran irigasi teknis dengan panjang sekitar 1 kilometer (km ini makin ramai. Tak hanya pengunjung yang ingin mencuci baju, karpet dan motor saja. Banyak juga pengunjung yang memang niat berekreasi. Bermain air, nyore sekaligus kulineran. Ada tiga warung yang tersebar di utara hingga selatan. Penjual jajanan juga mudah dipenuhi. Sedangkan fasilitas umum (Fasum) untuk kamar mandi juga sudah ada.
”Kalau hari biasa ya puluhan. Kalau pas Sabtu -Minggu ramai sekali. Kalau pagi orang-orang juga pada terapi di sini. Kalau pas sore ada yang nyuci, tapi banyak juga anak-anak muda yang nongkrong,” tandasnya. (rgl/adi)
Editor : Damianus Bram