RADARSOLO.COM - Musim kemarau menjadi waktu yang tepat untuk menikmati senja di Waduk Cengklik. Tak ayal, banyak pengunjung sering menghabiskan waktu di bantaran waduk. Ada yang sekedar duduk menikmati senja, hingga berburu kulinernya.
Akses menuju Waduk Cengklik cukup mudah. Dari simpang empat jembatan Kali Pepe selatan Bandara Adi Soemarmo berbelok ke arah barat. Menuju jalan Ngemplak-Sambi. Setelah melewati overpass tol Dusun Cengklik, tepatnya di barat overpass, ambil ke arah utara. Lurus terus sekira 500 meter dan bisa lebih.
Meski melewati perkampungan warga, eksotisme senja di Waduk Cengklik tak pernah bikin kecele. Apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Langit terlihat cerah, dengan gugusan Merapi-Merbabu tampak gagah meski terlihat lebih kecil. Momen paling hangat, setelah pukul 16.00. Saat matahari pelan-pelan turun ke ufuk barat.
Jika beruntung, pengunjung bisa melihat matahari tenggelam di antara Merapi-Merbabu. Pengunjung akan duduk di bantaran waduk, ataupun memenuhi kafe dan warung-warung di pinggiran. Memang, pemandangan senja di Waduk Cengklik menjadi panorama cantik dan menggoda.
Salah seorang pengunjung asal Solo, Jumrhotul mengaku memiliki lokasi langganan jika berkunjung ke Waduk Cengklik. Yakni, Basecamp Walidi, warung makan sederhana yang harga sotonya hanya Rp 4 ribu per porsi. Dia kerap menghabiskan waktu bersama temannya dengan makan di pinggiran waduk ini.
”Di sini, makanannya murah, jadi cocok dikantong mahasiswa. Selain itu, pemandangan Waduk Cengklik saat sunset cantik sekali. Cocoklah buat nongkrong, tempatnya nyaman, lokasinya juga oke,” terangnya kemarin (27/10).
Pengunjung lainnya, Nikmah, mengamini, Waduk Cengklik memang cocok menjadi lokasi bercengkrama dengan teman-temannya. Mereka kerap duduk-duduk di sekitar bantaran yang air waduk mulai surut. Mereka juga kerap berpindah-pindah warung, sekadar mencicipi kuliner yang rata-rata cukup terjangkau.
”Kalau sore begini kan suasananya syahdu. Main sama teman-teman ya cocok banget. Apalagi pemandangannya begini, betahlah,” katanya.
Pemilik warung basecamp, Walidi mengamini dalam sehari ada 500 pelanggan yang datang. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung tembus seribuan orang. Banyak pelanggannya yang memesan soto murah. Warungnya juga menyediakan berbagai kuliner khas , seperti pecel, belut dan lainnya.
”Pengunjungnya cukup banyak, pas akhir pekan bisa seribi mangkuk soto. Selain itu lokasi warung kan pinggir waduk, jadi pengunjung bisa melihat langsung sunset di sini, dan tentunya cocok buat menghabiskan waktu dengan teman maupun keluarga,” katanya. (rgl/adi)
Editor : Damianus Bram