RADARBOYOLALI.COM-Suasana pedesaan di lereng Gunung Merbabu tak pernah mengecewakan. Syahdu, dan menyejukkan mata.
Tapi pernahkan mencoba naik gardu pandang di Dusun Ngaglik, Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari, Boyolali?
Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu jadi jujukan wisatawan. Salah satu yang biasa dituju adalah Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
Dikenal memiliki banyak spot foto alami yang bagus di sana.
Perjalanan menuju Desa Jlarem membutuhkan tenaga ekstra. Tapi bagi Anda yang suka travelling, sepertinya kawasan ini sangat cocok.
Rutenya mudah diakses. Dari arah Boyolali ambil Jalan Raya Solo-Semarang, hingga menemukan gapura perbatasan Boyolali-Kabupaten Semarang. Setelah itu terus lurus ke selatan.
Setelah melewati jembatan kembar, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, akan ada jalan menuju arah barat. Lalu Lurus terus ke barat sejauh 7,2 kilometer.
Eksotisme Gunung Merbabu sudah terlihat sejak melintasi jalan Dusun Gumuk, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Ya, lokasi Desa Jlarem dan Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari memang lebih mudah ditempuh dari desa di Kabupaten Semarang.
Meski jalannya cenderung menanjak, tapi pemandangan alamnya yang indah seperti membalas semua perjalanan panjang.
Udara bersih pegunungan membuat suasana semakin syahdu.
Gardu pandang Dusun Ngaglik, Desa Jlarem wajib dijajaki. Gardu pandang itu dibuat dari dana desa senilai Rp 17,8 juta. Lokasinya di tingkungan jalan.
Gardu pandang setinggi 6 meter itu memiliki tangga cukup curam, namun tetap aman. Jika membawa anak kecil, memang harus ekstrawaspada.
Begitu berada di atas, sapuan angin menerpa wajah, jelas sangat menyegarkan. Di sisi barat, bisa dinikmati luasnya Gunung Merbabu.
Aliran jurang hingga batas hutan dan sabananya-pun terlihat. Bahkan vegetasi yang mengering di musim kemarau terlihat menguning.
Menengok ke arah timur, tak kalah mempesona. Hamparan dataran rendah, lengkap dengan gedung-gedung tinggi tampak mengecil.
Sekira 30 meter, tepat di barat SDN Jlarem, terdapat lokasi cukup lapang. Di sana ada pohon pinus besar dengan postur gagah menantang.
Kemudian ada beberapa warung makan. Menjual berbagai makanan dan minuman.
"Pernah ke sini sebelumnya. Memang kalau buat ngadem pas lagi banyak pikiran ya cocok. Suasananya lebih tenang, udaranya sejuk. Nggak terlalu dingin pas musim panas begini," ujar Irawan Niko, salah seorang pengunjung asal Klaten.
Ini kali pertama Irawan Niko naik motor hingga ke Desa Jlarem. Dia diajak oleh teman-temannya.
Menurutnya, gardu pandang di Dusun Ngaglik memang sederhana. Namun, bisa menjadi wisata murah untuk menikmati keindahan panorama pegunungan. (rgl/nik)
Editor : Tri Wahyu Cahyono